Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 11, 2009

Sabat Hari Ke-tujuh

"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala [yaitu Kristus], dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia [yang hanya setengahnya saja berasal dari Alkitab]. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri [tidak melihat kepada Alkitab secara keseluruhan], seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi."  (Kolose 2:16-23)


Hukum Tuhan adalah seluruh Alkitab. Beberapa orang mengajarkan bahwa untuk menyelamatkan kita Kristus telah melakukan seluruh pekerjaan-Nya, namun kita masih harus berbuat sesuatu supaya kita dapat menggenapi keselamatan kita. Mereka berkata bahwa kita harus mempunyai kepercayaan tertentu, atau kita harus mencapai sesuatu, atau kita harus menerima Kristus, atau berbuat sesuatu seperti dibaptis air untuk menggenapkan keselamatan kita. Ajaran tersebut adalah pelanggaran dari hukum ke-4 yang berkata bahwa kita harus "berhenti" dari segala pekerjaan atau usaha-usaha kita untuk menggenapkan keselamatan kita. Keselamatan yang sejati adalah seratus persen anugrah dari Tuhan (Efesus 2:8-9).


Hukum ke-4 adalah salah satu hukum upacara yang paling penting di dalam Alkitab, itulah sebabnya Tuhan menetapkannya sebagai salah satu perintah dalam ke-10 perintah. Tuhan menginginkan supaya kita selalu mengingatnya dan tidak melalaikannya. Alkitab banyak berbicara tentang hukum ke-4 untuk menunjukkan bahwa hari ke-tujuh sabat telah diberikan kepada kita sebagai "peringatan" atau "tanda" atau "bayangan" bahwa Tuhan-lah yang menguduskan kita.


Tuhan berkata di Keluaran 31:13 demikian:


"Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah PERINGATAN antara Aku dan kamu, turun temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu."


Dan kitab Yehezkiel 20:12 berkata demikian:


"Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi PERINGATAN di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka."


Tuhan menciptakan dunia dalam waktu 6 hari dan beristirahat pada hari ke-7 untuk menunjukkan bahwa kita hendaknya juga ber-istirahat di dalam karya Kristus daripada berusaha untuk menggenapkan keselamatan kita melalui pekerjaan kita sendiri.


Dan Tuhan menunjukkan bahwa hukum-hukum upacara adalah "peringatan" atau "bayangan" daripada hal-hal yang akan datang (Kolose 2:16-17). Jika kita tetap berkeras untuk menjalankan hal-hal tersebut, seperti contohnya mengadakan kurban bakaran, kurban darah, dan merayakan bulan baru dan hari ke-7 sabat, maka kita berada dalam pelanggaran terhadap hukum Tuhan. Itu seolah-olah kita berkata bahwa Tuhan Yesus belum pernah pergi ke kayu salib untuk menggenapi hal-hal tersebut jadi kita masih harus melakukannya sendiri.

Aug 7, 2009

Kesucian Alkitab

Dalam sampul hampir setiap Alkitab kita menemukan ungkapan "Kitab Suci", apakah yang membuat Alkitab menjadi buku yang "Suci" ? Dalam kitab Mazmur 138:2 kita membaca demikian:


"Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu [firman-Mu] melebihi segala sesuatu."


Betapa mengagumkannya ayat ini! Kita melihat penekanan yang Tuhan tuliskan dalam Firman-Nya Yang Kudus, Alkitab. Tuhan membuat penekanan terhadap diri-Nya sendiri. Dan pikirkanlah apa arti dari Nama Tuhan. Itu adalah seluruhnya tentang Tuhan karakter-Nya yang suci dan sempurna dan kepribadian-Nya. Kita dapat melihat sedikit mengenai hal ini dalam kitab Amos 4:13 dimana kita membaca demikian:


"Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya."


Disini kita dapat melihat bagaimana hubungan Tuhan dengan alam semesta ini. Kita dapat melihat kekuatan-Nya yang dahsyat sebagai Pencipta dan Pemelihara dari seluruh jagad raya ini, dan Ia juga mengetahui setiap pikiran yang anda atau saya pikirkan setiap waktu.


Pernyataan penting dari otoritas Alkitab juga tertulis dalam kitab 2 Petrus 1:16-21 dimana Petrus mengingat pengalaman pribadinya yang dilihatnya ketika menyaksikan Tranfigurasi dari Tuhan Yesus. Musa dan Elia, yang muncul di Gunung Tranfigurasi bersama dengan Yesus, mewakili Hukum Taurat dan para nabi (yaitu kitab-kitab Perjanjian Lama). Sedangkan Petrus, Yakobus dan Yohanes yang juga ada bersama dengan Yesus mewakili kitab-kitab Perjanjian Baru.


Dengan sangat mengagumkan, Tuhan Yesus mengalami Tranfigurasi (dirubah) di depan mata mereka; dan tentu saja Yesus adalah fokus dari kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kita mengetahui hal ini karena dalam kitab Yohanes 5:39 Yesus berkata demikian:


"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku".


Setelah Petrus melihat sebagian dari "keagungan" Tuhan dalam pengalamannya di Gunung Tranfigurasi, dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus dia berkata dalam kitab 2 Petrus 1:19 sebagai berikut:


"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu."


Kemudian ayat 20 dan 21 memberitahukan kepada kita bahwa ia sedang berbicara tentang Firman Tuhan Yang Suci, Alkitab. Kata-kata ini mempunyai pengakuan yang lebih daripada yang Petrus, Yakobus dan Yohanes saksikan dengan lima indera mereka pada hari itu di atas gunung bersama dengan Kristus.


Dan dalam kitab Roma 7:12 kita juga menemukan pernyataan ini:


"Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik."


Ini menunjuk kepada Alkitab sebagai "Buku Hukum Tuhan", dan setiap umat manusia berada dibawah kuasa hukum tersebut. Masalah besarnya kita adalah pendosa, dan kita telah melanggar hukum Tuhan, berulang-kali, sehingga kita patut untuk menerima murka Tuhan. Pada kenyataannya, kita belajar dari Alkitab bahwa Tuhan menuntut kepatuhan yang sempurna dari firman-Nya. Kitab Yakobus 2:10 memberitahukan kepada kita bahwa melanggar satu perintah adalah sama dengan melanggar seluruhnya.


Alkitab berulang-kali memperingatkan bahwa kita akan berada dibuang ke dalam kutukan yang kekal, yaitu kematian kedua, untuk membayar upah dari dosa-dosa kita. Dan satu-satunya jalan keluar adalah untuk mencari Seseorang yang mau menggantikan tempat kita untuk membayar upah dosa-dosa kita. Tentu saja "Seseorang" itu hanya bisa menunjuk kepada Kristus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke bumi seperti yang kita baca dalam kitab Matius 1:21 demikian:


"dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."


Dan kitab Kisah Para Rasul 3:20-21 berkata demikian:


"agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu."


Semua nabi-nabi yang Tuhan gunakan untuk menulis Kitab Suci -- berada dalam persetujuan dengan Tuhan dan melayani sebagai mulut Tuhan. Orang-orang ini disebut "kudus" (suci) bukan karena mereka tidak pernah berbuat dosa, tetapi karena Tuhan menggunakan mereka untuk menulis Kitab Suci-Nya, Alkitab. Kitab Matius 4:4 berkata kepada kita demikian:


"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


Tetapi sekarang ini kita hidup di dalam masa kelaparan rohani yang besar, seperti yang kita baca dalam kitab Amos 8:11-12 demikian:


"Sesungguhnya, waktunya akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan [kelaparan] akan mendengarkan firman TUHAN."


Ya, sekarang ini sudah ada lebih banyak Alkitab diseluruh dunia daripada masa-masa sebelumnya di beberapa negara dalam kebanyakan rumah Kristen mereka mempunyai beberapa buah Alkitab tetapi perhatikan nabi Amos memperingatkan bahwa hari-hari kelaparan akan "mendengarkan" Firman Tuhan akan datang.


Pada hari sekarang ini ada banyak keragu-raguan akan Firman Tuhan, ada banyak orang yang kurang percaya bahkan juga mereka yang mengaku sebagai "Kristen". Sebagian dari hal ini dapat dilihat dengan ada banyaknya metode translasi yang digunakan untuk membuat versi-versi Alkitab yang "baru".


Ada banyak orang pada hari sekarang ini yang bersalah dengan "menambahkan" atau "mengurangi" atau "merubah" nubuat-nubuat dari buku yang Tuhan tulis sendiri dengan menggunakan nabi-nabi dan rasul-rasul untuk menulis setiap kata dan setiap huruf dalam bahasa aslinya Ibrani dan Yunani.


Semua hal ini menunjukkan betapa manusia membenci Firman Tuhan. Tetapi Tuhan tidak akan tinggal diam, dalam kitab Wahyu 22:18-19 Tuhan memperingatkan dengan keras demikian:


"Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."


Ungkapan "malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini" menunjuk kepada malapetaka-malapetaka yang Tuhan beritahukan kepada kita di dalam seluruh Alkitab, yaitu murka Tuhan yang kekal. Dalam kata lain, Tuhan berjanji untuk menghukum dengan berat setiap orang yang merubah-merubah buku-Nya, Alkitab yang adalah Firman Tuhan yang kekal.


Dalam kitab Matius 24:35 Tuhan berkata demikian:


"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."


Dapatkah kita mempunyai penghargaan yang baru yang lebih besar tentang Alkitab dan keinginan untuk mempelajarinya dengan teliti dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk mentaati apa yang kita temukan? Biarlah Tuhan memberikan kasih karunia-Nya kepada kita untuk melakukan hal ini.

Aug 5, 2009

Orang Asing, Anak Yatim dan Janda

"Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi [yaitu suku imam] yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana."  (Ulangan 16:11)


Dalam ayat ini Tuhan sedang berbicara mengenai umat pilihan yang entah telah diselamatkan atau yang akan diselamatkan di masa yang akan datang. Hanya orang-orang percaya sejati yang dapat bersukaria di hadapan Tuhan. Akan tetapi cukup sering di dalam Alkitab kita menemukan ketiga kata-kata ini secara bersamaan yaitu orang asing, anak yatim dan janda. Melambangkan siapakah mereka dan mengapa? Adalah sangat menarik bahwa seringkali kita menemukan di dalam Alkitab Tuhan menggunakan istilah-istilah tersebut untuk berbicara tentang "umat pilihan yang belum diselamatkan".


Seperti contohnya, dalam kitab Mazmur 146:8-9 Tuhan berbicara tentang orang-orang yang Ia rencanakan untuk Ia selamatkan demikian:


"TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya."


Satu masalah adalah bahwa Tuhan tidak selalu menggunakan kata-kata ini seperti ini, tetapi sangat sering Tuhan melakukannya demikian. Pertama-tama, marilah kita berbicara tentang "janda" dan marilah kita mempertimbangkan keadaan dari seorang umat pilihan yang masih belum diselamatkan. Karena Kristus telah membayar bagi upah dosa-dosanya lama sebelum dia dilahirkan, maka syarat-syarat dari hukum Tuhan telah dipenuhi. Tuhan telah mewajibkan Diri-Nya sendiri untuk menyelamatkan orang tersebut sementara dia sedang hidup secara jasmani tetapi masih belum merupakan jadwal Tuhan untuk menyelamatkan dia.


Sekarang, apakah keadaan dari manusia siapapun yang belum diselamatkan? Pada dasarnya mereka semua secara otomatis menikah dengan Hukum Tuhan. Kita membaca mengenai hal ini di dalam kitab Roma 7:1-4 demikian:


"Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum-- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah."


Kita tidak akan mengembangkan ayat yang rumit itu sekarang, tetapi Tuhan sedang berbicara tentang suatu pernikahan ilahi antara umat manusia dengan Hukum Tuhan. Nah disini kita melihat bahwa Hukum Tuhan disamakan dengan sang Suami dari seorang perempuan, dimana perempuan disini merupakan gambaran dari seluruh umat manusia yang tidak diselamatkan. Dan pada Hari Penghakiman sang Suami kira-kira akan berkata, "Istriku telah memberontak terhadap Aku, dia telah berlaku tidak setia dan berzinah, oleh karena itu Aku (yaitu Hukum Tuhan atau Firman Tuhan) menitahkan bahwa dia harus membayar hukuman kutukan abadi."


Akan tetapi umat pilihan yang belum diselamatkan berada di dalam suatu keadaan yang berbeda. Ketika Kristus mengambil tempat kita di hadapan Takhta Penghakiman Allah yaitu sewaktu Kristus dihakimi, didakwa dan dihukum sebagai Pengganti umat pilihan, maka mereka sudah tidak lagi beridentifikasi dengan Hukum, tetapi mereka berada di bawah hukum kasih karunia.


Hal tersebut adalah seperti Sang Hukum (si Suami) telah "mati", oleh karena itu umat pilihan tidak perlu lagi menjalani hukuman mati karena dosa-dosa mereka. Oleh karena Kristus telah melakukan penebusan pada peristiwa kayu salib, maka "kematian kedua" (kutukan abadi) sudah tidak memiliki "kekuasaan" atau wewenang apapun atas orang-orang yang percaya, seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 20:6 demikian:


"Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya."


Kita sudah mempelajari bahwa ungkapan 1000 tahun disini menunjuk kepada kegenapan dari segala sesuatu yang ada dalam pandangan Allah dan dalam hal ini itu menunjuk kepada kekekalan. Dan di dalam makna itu umat pilihan yang belum diselamatkan sudah tidak menikah lagi kepada hukum, tetapi karena mereka belum diselamatkan dan menjadi mempelai perempuan Kristus maka dia adalah seorang janda. Dia masih belum menjadi pengantin rohani Kristus walaupun Kristus telah membayar untuk upah dosa-dosa mereka. Mereka masih berada dalam keadaan mati secara rohani dan masih berada di bawah murka Allah.


Jadi disini kita melihat bahwa seorang umat pilihan yang masih belum diselamatkan memiliki suatu status yang berbeda dari pada seseorang yang bukan merupakan umat pilihan. Dia sedang berada di dalam suatu keadaan sementara dia tidak menikah dengan hukum tetapi masih belum menjadi pengantin perempuan Kristus. Maka di dalam makna itu, dia adalah seorang janda. Itulah sebabnya mengapa Tuhan begitu seringnya menggunakan istilah "janda" sewaktu berbicara tentang umat pilihan yang masih belum diselamatkan.


Disisi yang lain, setiap manusia yang lainnya adalah menikah dengan Hukum Tuhan untuk selama-lamanya, oleh karena itu, mereka bukan merupakan janda-janda. Mereka memiliki suatu pernikahan yang tidak mereka sadari, tetapi pernikahan tersebut sesungguhnya resmi ada.


Kemudian bagaimana tentang "anak yatim" ? Ingatah bahwa manusia telah diciptakan menurut "gambar dan rupa Tuhan". Dalam makna itu ia adalah seorang Anak Tuhan, tetapi dia masih berada dalam keadaan mati secara rohani karena dia masih memberontak melawan Tuhan. Jadi umat pilihan yang masih belum diselamatkan belum menjadi seorang Anak Tuhan. Kristus telah membayar untuk segala upah dosa-dosanya, tetapi Tuhan masih belum menarik dia ke dalam kerajaan-Nya, seperti yang Tuhan bicarakan di dalam kitab Roma 8:15-17 demikian:


"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."


Nah hal ini hanya terjadi sewaktu seorang umat pilihan menjadi diselamatkan -- yaitu, sewaktu Tuhan membangkitkan jiwanya dari kematian rohani. Jadi sebelum hal itu sesungguhnya terjadi secara rohani dia masih merupakan seorang "anak yatim" (yaitu seseorang yang tidak memiliki Bapa). Tuhan masih belum menjadi Bapa surgawinya. Dia masih berada di luar sana di dalam dunia seperti seorang anak yatim yang hilang. Dengan demikian kita mengerti mengapa seorang umat pilihan yang masih belum diselamatkan disebut sebagai janda dan anak yatim.


Berikutnya adalah tentang "orang asing". Ungkapan "orang asing" di dalam konteks ini berarti bahwa umat pilihan yang belum diselamatkan sesungguhnya telah ditentukan dari semula untuk menjadi seorang warga dari kerajaan Tuhan, tetapi dia masih belum berada disana. Karena Kristus telah membayar lunas untuk segala upah dosa-dosanya maka dia tidak dapat secara sah dicampakkan ke dalam lautan api kekal, yang berarti dibuang kepada kutukan abadi. Akan tetapi dia masih belum secara resmi menjadi seorang warga kerajaan Tuhan karena jiwa dan tubuhnya masih berada dalam keadaan mati secara rohani.


Maka apakah yang harus terjadi? Tuhan harus mengambil tindakan berikutnya untuk memindahkan umat pilihan yang belum diselamatkan itu supaya ia masuk ke dalam kerajaan Kristus, seperti yang kita baca dalam kitab Kolose 1:12-14 demikian:


"dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."


Dan di dalam kitab Filipi 3:20 kita membaca bahwa "kewargaan" orang-orang percaya adalah di dalam Surga:


"Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat"


Itu berarti Tuhan telah menjamin bahwa semua orang-orang percaya sejati akan tinggal bersama Kristus untuk selama-lamanya di dalam Langit yang baru dan Bumi yang baru. Maka, setelah Kristus membayar hukuman bagi dosa-dosa dari umat pilihan di dalam Penebusan, Tuhan harus melakukan dua hal utama untuk melengkapi keselamatan mereka. Dia harus pertama-tama menanamkan Firman-Nya ke dalam hati mereka dan memberi mereka anugrah kebangkitan jiwa yang baru, -- itu adalah "kebangkitan rohani pertama" yang Tuhan bicarakan di dalam kitab Wahyu 20:6:


"Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka...."


Perhatikan disini bahwa "kematian kedua", yaitu kutukan abadi tidak memiliki "kuasa" atau wewenang apapun lagi terhadap umat pilihan Tuhan, dan istilah simbolis "seribu tahun" di dalam konteks ini berarti "untuk selama-lamanya". Jadi Kristus telah membayar hukuman itu sebagai Pengganti mereka dan Tuhan berbicara tentang memberikan umat pilihan-Nya kehidupan rohani yang kekal (kebangkitan jiwa yang baru) seperti yang kita baca dalam kitab Yehezkiel 36:26-27 demikian:


"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."


Itu adalah suatu saat ketika umat pilihan sudah tidak merupakan "janda-janda" lagi, mereka telah menjadi mempelai perempuan Kristus. Itu adalah saat sewaktu umat pilihan sudah tidak merupakan "anak yatim" lagi, mereka telah dipungut masuk ke dalam keluarga besar Tuhan, mereka telah menjadi anak-anak Tuhan yang patuh. Dan itu adalah saat ketika umat pilihan tidak menjadi "orang-orang asing" lagi karena mereka telah menjadi warga dari Kerajaan Tuhan.


Itu adalah saat sewaktu Tuhan menanamkan Firman-Nya di dalam hati mereka dan membangkitkan mereka dari kematian rohani. Itu adalah saat ketika Tuhan secara rohani membangkitkan umat pilihan-Nya dari kematian dan memberikan mereka tempat duduk bersama dengan Kristus di dalam surga. Kitab Efesus 2:5-6 menjelaskan kepada kita demikian:


"telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga"


Sekarang berbicara sebagai seorang percaya yang sejati, dimanakah pekerjaan kita sendiri diikutsertakan ke dalam seluruh proses ini? Apakah yang saya harus lakukan untuk mengakibatkan seluruh hal ini untuk terjadi? Secara mutlak tidak ada apapun sama sekali! Tuhan-lah yang telah melakukan segala pekerjaan yang diperlukan untuk keselamatan "supaya" Tuhan-lah yang memperoleh seluruh kemegahan, kemuliaan, pujian dan kehormatan yang sangat besar tersebut. Kita tidak dapat melakukan apa-apa sama sekali untuk menyumbang kepada keselamatan. Kita melihat hal ini dengan jelas di dalam kitab Roma 8:28-30 yang berkata demikian:


"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."


Disini Tuhan berbicara tentang "umat pilihan" sebagai "mereka yang terpanggil", yang Tuhan "benarkan" di dalam Penebusan, dan yang Tuhan "muliakan" sewaktu Dia menggenapi keselamatan mereka. Ungkapan "dibenarkan" berarti untuk "dinyatakan benar secara hukum" oleh Tuhan karena hukuman bagi dosa seperti yang dituntut oleh hukum Tuhan telah dilunasi secara penuh oleh Tuhan Yesus Kristus pada peristiwa Penebusan.

Aug 3, 2009

Nabi

"Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang? Jika seorang menganggap dirinya nabiatau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan. Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia."  (1 Korintus 14:36-38)


Sesungguhnya setiap orang yang sungguh-sungguh percaya adalah seorang nabi, dan para nabi adalah orang-orang yang bernubuat. Nah, apakah yang mereka nubuatkan? Mereka menubuatkan Firman Tuhan. Nabi yang benar akan menyatakan firman-firman Tuhan. Sekarang apakah itu Firman Tuhan? Hanya Alkitab dan keseluruhannya saja yang merupakan Firman Tuhan, tidak ditambah dan tidak dikurangi (Wahyu 22:18-19).


Pada hari sekarang ini ada orang-orang yang mengaku sebagai nabi yang khusus, tetapi mereka bernubuat yang berhubungan dengan penglihatan-penglihatan yang mereka terima sendiri. Tetapi kita mengetahui bahwa orang-orang itu adalah nabi-nabi palsu. Mereka sedang mengemukakan pemikiran-pemikiran mereka sendiri, atau itu adalah Iblis yang memasukkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam pikiran mereka.


Disatu sisi mereka dapat terlihat sangat rohani dan alkitabiah, akan tetapi nabi-nabi yang benar hanya akan menubuatkan Firman Tuhan dari Alkitab saja. Orang-orang yang sungguh-sungguh percaya akan mengenali bahwa memang benar hanya Alkitab dan keseluruhannya saja yang merupakan Firman Tuhan yang sejati.


Pada hari sekarang ini ada banyak orang yang mengaku mempunyai karunia khusus dari Allah Roh Kudus untuk mengurapi. Mereka mengaku telah dikunjungi oleh Tuhan atau mereka telah ditahbiskan oleh Tuhan sendiri. Akan tetapi apabila anda mengerti apa yang mereka katakan, anda akan mengetahui bahwa sesungguhnya hal-hal itu bukanlah dari Tuhan. Seorang nabi yang benar akan menyatakan bahwa hanya Alkitab saja yang merupakan Firman Tuhan yang sejati, dan dia akan menolak segala kemungkinan adanya nubuat-nubuat tambahan yang disampaikan melalui visi-visi, mimpi-mimpi, penglihatan-penglihatan, suara-suara, kunjungan malaikat, bahasa roh, dll.


Sebelum Alkitab selesai ditulis hal itu memang dapat terjadi karena Tuhan masih memberikan nubuat-nubuat-Nya kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang kudus. Akan tetapi setelah Alkitab selesai ditulis Tuhan menyatakan tidak ada lagi kemungkinannya kita dapat menerima nubuat-nubuat tambahan selain dari apa yang sudah ada tertulis di dalam Alkitab.


Kita harus sangat berhati-hati mengenai hal ini karena Alkitab telah memperingatkan bahwa menjelang akhir zaman (yaitu dimana kita berada sekarang ini) Iblis akan giat menyamar sebagai "malaikat Terang" dan duduk (yaitu memerintah) di dalam rumah Allah, dalam kitab 2 Tesalonika 2:3-4 kita membaca demikian:


"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu [yaitu hari kiamat] haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah."


Ungkapan "manusia durhaka" sudah dinyatakan, dan itu menunjuk kepada Iblis sendiri, dan sekarang Iblis tidak lagi tampil sebagai Iblis yang berbaju merah dan kepala yang bertanduk, tetapi ia akan tampil sebagai Pangeran Damai dan ia akan mengambil tempat duduk di dalam organisasi gereja-gereja dan memerintah disana. Kitab 2 Korintus 11:13-15 berkata demikian:


"Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka."


Dan orang-orang terkasih yang masih berada di dalam gereja-gereja ini berpikir bahwa mereka sedang mendengarkan Injil Kristus, tetapi sebetulnya injil yang mereka ikuti itu memiliki wewenang yang lebih luas daripada wewenang yang ada di dalam Alkitab dan keseluruhannya. Mereka percaya bahwa Tuhan masih memberikan nubuat-nubuat tambahan maka itu bukanlah injil yang benar, itu adalah injil palsu yang berasal dari hasil pikiran manusia dan dari Iblis.


Dalam kitab Matius 24:15-16 Tuhan memperingatkan kita demikian:


"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji [=Iblis] berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel [Daniel 8:23-25, Daniel 9:27, Daniel 11:31-32, Daniel 12:9-11, Efesus 6:11-17] para pembaca hendaklah memperhatikannya-- maka orang-orang yang di Yudea [yaitu orang-orang percaya yang sejati] haruslah melarikan diri ke pegunungan [yaitu lari kepada Kristus atau Firman Kristus yang adalah seluruh Alkitab]."


Ungkapan "Pembinasa keji berdiri di tempat kudus" dapat dimengerti dengan pengertian bahwa apabila kita "melihat" gereja-gereja telah dilanda oleh injil-injil yang wewenangnya bukan berasal dari Alkitab dan keseluruhannya saja, maka "orang-orang yang di Yudea" yaitu, mereka-mereka yang adalah bagian dari gereja tersebut, haruslah melarikan diri ke pegunungan.


Perhatikan bahwa ayat ini berkata "apabila kamu melihat  ", ini bukan berkata "apabila kamu merasakan " Jadi ketika kita melihat gereja-gereja telah dikepung oleh injil-injil palsu kita harus segera lari meninggalkannya dan kembali kepada Firman Tuhan yang sejati di dalam Alkitab. Ungkapan "pegunungan" bisa kita lihat referensinya dalam kitab Mazmur 121:1-2 yang berkata demikian:


"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."


Ungkapan "pegunungan" adalah gambaran dari Kerajaan Tuhan. Kita hanya percaya kepada Kristus, dan kita tidak mempercayai apapun yang  diajarkan oleh orang-orang yang lainnya bagaimanapun terlihat baik, suci dan indahnya ajaran-ajaran tersebut. Hanya ada satu Kebenaran dan hanya Kristus saja satu-satunya yang mengetahui Kebenaran yang sejati.

Kekurangan Hikmat

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku [Israel] di perantauan [=di dunia]. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.


Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman [=Kristus], dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena MATAHARI terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.


Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah TIDAK dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri TIDAK mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai OLEH keinginannya sendiri, karena ia DISERET dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.


Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna [=keselamatan], datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena PERTUKARAN.


Atas kehendak-Nya sendiri [=anugrah] Ia [yaitu Tuhan] telah menjadikan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia TIDAK mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.


Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.


Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna [=Alkitab], yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.


Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu [rohani] dan janda-janda [rohani] dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. (Yakobus 1:1-27)