Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jul 15, 2009

Pewahyuan Bertahap

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman."  (Daniel 12:9)

 

Sesungguhnya Alkitab mengajarkan bahwa adalah tidak mungkin untuk memahami keterangan apapun dari Alkitab yang memberikan perincian tentang akhir dunia sebelum kita benar-benar tiba sangat dekat pada kesudahannya. Dengan kata lain, hanya setelah kita sampai pada saat menjelang akhir zaman, barulah orang-orang percaya sejati dapat memahami keterangan penting apapun mengenai perincian akhir waktu yang ada tertulis di dalam Alkitab (atau yang disebut sebagai "progressive revelation" atau pewahyuan bertahap). Sudah merupakan tujuan Allah bahwa sesaat sebelum dunia tiba pada kesudahannya, maka keterangan-keterangan seperti itu akan tersedia bagi orang-orang percaya sejati yang pada gilirannya akan memberitakannya kepada dunia.

 

Satu cara yang telah diterapkan Allah untuk menjaga agar keterangan tentang akhir zaman tidak dapat dipahami ialah dengan mengizinkan organisasi gereja-gereja untuk menggunakan ilmu tafsir Alkitab (hermeneutic) yang salah, yaitu metode tafsir buatan manusia tentang penafsiran Alkitab, yang membuat sebagian besar dari keterangan Alkitab tidak mampu untuk dipahami oleh para ahli teologi. Ingatlah bahwa kita pernah membahas kenyataan yang menyedihkan ini dan pada hari sekarang ini bahkan ada banyak orang yang lebih tertarik kepada nubuat-nubuat ilahi tambahan walaupun masih ada banyak nubuat-nubuat Alkitab yang belum mereka mengerti (Wahyu 22:18-19).

 

Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tanpa melalui perumpamaan, Kristus tidak berbicara (Markus 4:34, Matius 13:34, Mazmur 78:2), dan seluruh Alkitab adalah Firman Allah (2 Petrus 1:20-21, 2 Timotius 3:16). Sebuah perumpamaan merupakan sebuah kisah duniawi yang memiliki arti rohani. -- Itu adalah sifat alami dari Firman Allah, dan Kristus adalah intisari yang utama dari Firman Allah (Yohanes 1:14).

 

Karena perumpamaan-perumpamaan ini keluar dari mulut Allah sendiri, maka seluruh keterangan sejarah, pembicaraan-pembicaraan yang dicatat, dan cerita-cerita pendek yang dicatat, semuanya benar-benar pernah terjadi dan mutlak dapat dipercaya. Namun kalimat-kalimat itu juga memiliki arti-arti rohani, inilah kebenaran besar tentang apa Alkitab itu sebenarnya. Setiap pembicaraan, setiap kisah pendek, setiap kata dan huruf yang ada di dalam bahasa asli Alkitab dirancang dengan sangat berhati-hati oleh Allah untuk mengajarkan kebenaran-kebenaran rohani yang sangat penting.

 

Untuk menemukan kebenaran rohani ini membutuhkan banyak penyelidikan Alkitab, dengan membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani, atau -- membandingkan ayat suci yang satu dengan ayat suci yang lain, karena Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri (1 Korintus 2:13 KJV). Dan untuk itu juga dibutuhkan Allah Roh Kudus untuk membuka mata rohani kita untuk mencapai kebenaran (Yohanes 16:13). Orang-orang yang mata rohaninya telah dibuka oleh Allah secara penuh memahami bahwa setiap kata dalam bahasa asli Alkitab berasal dari mulut Allah dan oleh karena itu, mutlak benar dan dapat dipercaya. Para penerjemah Alkitab mungkin saja membuat kesalahan dalam terjemahannya, tetapi kata Ibrani atau kata Yunani asli yang diterjemahkan tidak pernah diragukan kebenarannya.

 

Kita harus ingat bahwa Allah telah menyelesaikan penulisan Alkitab kira-kira 2000 tahun yang lalu. Namun adalah rencana Allah bahwa sejumlah besar kebenaran Alkitab tidak boleh dipahami oleh siapapun sampai menjelang akhir zaman. Dan walaupun begitu, selama hampir 2000 tahun, para pakar Alkitab yang jujur, penuh pengabdian, setia dan yang benar-benar telah diselamatkan, telah memperoleh jalan untuk mampu memahami sebagian makna Alkitab dan mereka telah berupaya sekuat tenaga untuk memahami sebanyak mungkin isi Alkitab, namun kesimpulan-kesimpulan mereka masih jauh dari kebenaran yang sesungguhnya.

 

Sekarang kita dapat mulai melihat mengapa Allah menulis Alkitab dengan cara yang sangat rumit dan sulit. Hanya karena kita sudah berada dekat dengan akhir waktu dan sekaranglah saatnya Allah bermaksud untuk menyatakan dan memberikan kebenaran tambahan ini kepada kita sehingga kita dapat mengerti lebih banyak kebenaran Alkitab dibanding para peneliti Alkitab sebelumnya.

 

Pada hari sekarang ini kita telah tiba pada saat tersebut. Sebagai akibatnya, ayat-ayat dalam Alkitab yang sulit dimengerti, kini dapat dipahami. Hampir setiap hari kebenaran baru kita dapatkan dari Alkitab. Hal ini mengakibatkan semakin banyak diperoleh pemahaman akan rencana Allah tentang akhir zaman. Dengan mengikuti prinsip Alkitab dalam membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani, dan menyadari bahwa kita harus mencari kebenaran rohani yang tersembunyi dalam setiap perbandingan dan setiap cerita pendek dan setiap peristiwa bersejarah yang dicatat di dalam Alkitab, Allah sedang membuka mata rohani kita untuk memahami segala macam kebenaran yang sampai saat ini telah disangkal para pencari kebenaran Alkitab yang sungguh-sungguh. Sekarang kita mampu untuk menemukan pola Alkitab bagi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menjelang kesudahan dunia. Kemampuan untuk mengetahui lebih banyak kebenaran Alkitab telah tiba hanya karena dalam waktu sejarah saat ini Allah sedang membuka mata rohani orang-orang percaya yang sejati yang dengan seksama menyelidiki kebenaran dari seluruh isi Alkitab.

 

Dalam kitab Pengkhotbah 8:5-7 Allah menyatakan demikian:

 

"Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi?"

 

Dalam ayat-ayat ini, Allah sedang mengajarkan kepada kita bahwa manusia, dalam sifat alaminya, tidak memiliki gagasan tentang jadwal masa dan waktu dari hari kematiannya atau perincian tentang proses penghakiman Allah untuk kesudahan dunia. Akan tetapi, dalam kehidupan orang percaya sejati, orang yang memiliki hikmat, dalam rencana Allah, ia akan mengetahui masa dan waktu dari penghakiman Allah.

 

Kenyataannya ialah bahwa orang-orang percaya sejati akan mengetahui sejumlah besar keterangan tentang waktu dari Alkitab, namun mereka hanya menyadari kebenaran ini pada masa kita hidup saat ini. Demikianlah, misalnya, dewasa ini orang-orang percaya sejati telah menemukan dari Alkitab keseluruhan penanggalan sejarah, dimulai dengan penciptaan pada tahun 11,013 SM.

 

Prinsip utama yang dinyatakan dalam kitab Pengkhotbah 8 selanjutnya dinyatakan dalam kitab 1 Tesalonika 5:2-6, di mana kita membaca demikian:

 

"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput. TETAPI kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar."

 

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa bagi mereka yang sudah puas dengan pengetahuan Alkitab yang mereka miliki saat ini, atau filsafat hidup yang mereka percayai saat ini, yang mencakup gagasan bahwa mereka tidak perlu merasa takut menghadapi hari penghakiman, bagi mereka, Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang keterangan tentang waktu yang diberikan Alkitab.

 

Dipihak lain, orang-orang yang terus berjaga-jaga dan sadar, yaitu mereka yang memiliki pikiran yang sehat karena Allah telah memberikan kepada mereka suatu kebangkitan jiwa yang baru, mereka akan mengetahui banyak tentang karakter dari peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang saat kembalinya Kristus. Prinsip ini selanjutnya dinyatakan dalam bahasa dari kitab Amos 3:7, dimana Allah mengatakan demikian:

 

"Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi."

 

Dengan memiliki prinsip-prinsip ini, kita mengetahui bahwa kita dimampukan untuk mengantisipasi peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang akhir dari sejarah dunia. Tentu saja, kebenaran-kebenaran ini, yang kita yakini berhubungan dengan akhir dunia ini, bukan hanya harus berasal dari Alkitab saja dan keseluruhannya, tetapi juga harus lulus dari pemeriksaan yang paling seksama dari Alkitab.

 

Alkitab dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa Kristus akan datang bagaikan seorang pencuri di waktu malam (2 Petrus 3:10, 1 Tesalonika 5:2). Sepanjang zaman gereja, organisasi gereja-gereja telah mengajarkan hal ini. Berdasarkan upaya-upaya terbaik mereka untuk memahami isi Alkitab, para pengajar dan para ahli teologi yang takut akan Allah telah menekankan secara benar bahwa kita harus mengenal secara mendalam tentang keselamatan pribadi kita karena kita tidak memiliki jaminan bahwa kita akan tetap hidup sampai besok.  Lebih dari itu, sebagian besar gereja juga telah mengajarkan bahwa kita harus menyadari bahwa kesudahan dunia dan saat kembalinya Kristus untuk mengadili dapat terjadi kapan saja.

 

Akan tetapi, sebagaimana yang telah kita lihat, sepanjang zaman gereja, tidak ada pengetahuan yang jelas tentang urutan waktu sejarah menurut Alkitab. Tak seorangpun mampu menentukan tahun penciptaan dengan tepat, kapan tahun air bah melanda pada zaman Nuh, tahun Abraham disunat, hari dan tahun Kristus dibaptis, dan seterusnya. Kurangnya pengetahuan yang tepat tentang saat peristiwa-peristiwa ini terjadi di masa yang lalu, seperti juga pengetahuan tentang saat kembalinya Kristus, telah dirancang dengan seksama oleh Allah sendiri. Hal ini ditunjukkan dalam kitab Daniel 12, dimana kita membaca bahwa Daniel, yang telah dikaruniakan suatu pemahaman tentang banyak keterangan mengenai akhir zaman, diperintahkan "sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman" (Daniel 12:4).

 

Namun sekarang kita berada pada masa akhir dan Allah telah membuka mata rohani kita terhadap pernyataan-pernyataan penting seperti yang dicatat dalam Pengkhotbah 8:5,6 dan dalam Amos 3:7. Oleh karena itu, Alkitab menjelaskan kepada kita dalam kitab 1 Tesalonika 5:2-6 bahwa banyak orang pada masa sekarang ini akan terus menekankan bahwa Kristus akan datang sebagai seorang pencuri di tengah malam, hanya untuk mendapati bahwa mereka tidak akan lolos dari sasaran murka Allah.

 

Karena kita sudah berada sangat dekat dengan hari yang terakhir, ayat-ayat ini menjadi sangat penting. Pada hari sekarang ini, dengan belas kasihan Allah, kita telah mampu untuk menyingkapkan urutan waktu sejarah dengan penelitian isi Alkitab secara seksama. Alkitab bukan hanya menyingkapkan kepada kita banyak keterangan tentang jadwal masa dan waktu yang tepat tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi dimasa lalu yang dicatat di dalam Alkitab, tetapi Alkitab juga memberikan banyak keterangan yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang harus terjadi menjelang kesudahan dunia.

 

Kita  tidak merasa heran bahwa hal itu akan berlangsung demikian. Ketika Allah menghancurkan seluruh bumi pada masa Nuh, Ia memastikan bahwa dunia pada masa itu mengetahui bahwa peristiwa yang mengerikan ini, penghancuran dunia dengan air bah yang sangat besar akan terjadi, dan juga hari yang pasti kapan peristiwa itu akan berlangsung. Nuh bukan hanya satu-satunya pembuat bahtera yang besar tersebut, yaitu suatu bangunan yang dikenal oleh seluruh dunia pada masa itu, tetapi Nuh sendiri juga adalah seorang "pemberita kebenaran" (2 Petrus 2:5). Tujuh hari sebelum air bah dimulai, Allah memberikan kepada Nuh hari yang tepat kapan air bah itu akan dimulai (Kejadian 7:4, 10, 16).

 

Demikian juga, ketika Allah hampir menghancurkan penduduk kota Niniwe yang jahat, Allah mengutus Nabi Yunus untuk memperingatkan kota itu bahwa dalam jangka waktu 40 hari, setelah Yunus mulai memberikan peringatan kepada kota itu, mereka itu akan dihancurkan (Yunus 3:4). Demikian juga, kita harus memahami hal itu saat ini, bahwa Allah sedang memberikan keterangan mengenai jadwal waktu yang tepat tentang kesudahan dunia. Keterangan ini harus berasal dari Alkitab. Dan pada hari sekarang ini isi Alkitab tidak berbeda dalam hal apapun dari Alkitab yang telah selesai ditulis lebih dari 1.900 tahun yang lalu. Namun, karena Allah tidak berencana untuk menyingkapkan keterangan ini sebelum menjelang akhir waktu, keterangan tentang perincian akhir dunia tersembunyi di dalam kata-kata yang tertulis di dalam Alkitab. Oleh karena itu, tidaklah mungkin bahkan bagi peneliti Alkitab yang sangat rajin dan setia untuk memahaminya.

 

Sekalipun demikian sudah menjadi rencana Allah sejak lama bahwa menjelang masa akhir, keterangan mengenai masa dan waktu yang semakin banyak harus tersedia bagi dunia.  Karena semua bukti dalam Alkitab memperlihatkan hal itu dengan tepat, bahwa kita sudah hampir tiba pada akhir zaman, kita dapat diyakinkan bahwa keterangan tentang waktu yang penting ini sudah harus tersedia sekarang, dan sesungguhnya, harus diberitakan ke seluruh dunia.

 

Dengan menyelidiki secara seksama semua keterangan Alkitab yang diberikan mengenai peristiwa-peristiwa bersejarah yang dicatat di dalam Alkitab, kita dimungkinkan untuk memahami sangat banyak hal tentang masa dan waktu dan karakter dari peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, sampai hari yang terakhir dari bumi ini. Kita dapat menguraikan beberapa kebenaran dasar yang diajarkan Alkitab kepada kita dan kebenaran-kebenaran itu adalah sebagai berikut:

 

 

PERTAMA. Alkitab adalah sebuah kitab yang penuh dengan perumpamaan. Kitab ini tidak ditulis sedemikian rupa sehingga memberikan penafsiran menurut pandanganan kita sendiri atau pendapat filosofis (2 Petrus 1:20). Kitab ini ditulis seperti sebuah buku teknik, di mana kebenaran disuguhkan sebagai suatu fakta yang mutlak.

 

KE-DUA. Setiap angka yang dicatat di dalam Alkitab itu tepat. Walaupun beberapa angka sulit untuk dipahami, namun itu tak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan.

 

KE-TIGA. Ada suatu ketepatan yang sangat tepat dalam terjadinya peristiwa-peristiwa bersejarah. Misalnya, bangsa Israel berada di tanah Mesir tepat selama 430 tahun, ini adalah jumlah tahun yang sangat tepat sampai pada jumlah harinya. Bangsa Israel juga berada di padang gurun mengembara dari Mesir ke tanah Kanaan selama 40 tahun, ini juga adalah jumlah tahun yang sangat tepat sampai pada jumlah harinya.

 

KE-EMPAT. Seringkali, walaupun tidak selalu demikian, Allah menggunakan angka-angka di dalam Alkitab untuk menggambarkan suatu kebenaran rohani. Yesus Kristus berbicara secara tidak langsung mengenai pentingnya angka-angka dalam kitab Matius 18:21-22 ketika Petrus bertanya kepada-Nya berapakali ia harus mengampuni saudaranya, dan Yesus menggunakan angka untuk menjelaskan jawaban-Nya. Ia berkata dalam ayat 22 demikian:

 

"Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

 

Hal ini tidak berarti bahwa kita harus mengampuni hanya sampai 70 kali 7 kali, tetapi kita harus "selalu" saling mengampuni. Jadi kita dapat melihat bahwa Yesus sedang menggunakan angka untuk menggambarkan kebenaran-kebenaran rohani. Angka-angka itu dapat berdiri sendiri atau menjadi bagian dari suatu angka yang lebih besar. Hal ini sangat menolong dalam   menyelaraskan dan menghubungkan peristiwa-peristiwa pararel yang terjadi dalam sejarah. Dibawah ini adalah daftar dan arti rohani dari beberapa angka-angka tersebut:

 

2 - Mereka yang diutus untuk mengabarkan Injil.

3 - Maksud dan tujuan Allah.

4 - Jangka waktu terjauh dalam waktu atau jarak yang berada dalam pandangan Allah secara rohani.

5 - Menekankan baik penghakiman maupun keselamatan.

7 - Kegenapan yang penuh dari tujuan Allah.

10 - Kelengkapan yang penuh dari hal apapun yang berada dalam pandangan Allah.

11 - Kedatangan Kristus yang pertama kali, atau 11,000 tahun setelah penciptaan.

12 - Kegenapan yang sempurna dari hal apapun yang berada dalam pandangan Allah.

13 - Akhir dunia, tentang apa yang mulai berlangsung tepat 13,000 tahun setelah penciptaan.

17 - Surga.

23 - Penghakiman Allah.

37 - Penghakiman Allah.

40 - Ujian.

43 - Penghakiman Allah.

 

Sebuah contoh tentang bagaimana kita dapat menemukan kebenaran rohani melalui sejumlah besar angka yang dapat dipecah-pecah menjadi angka-angka yang lebih kecil diberikan dalam Yohanes 21. Disitu Alkitab mencatat penangkapan dari 153 ekor ikan. Dan jaringnya sama sekali tidak menjadi robek. Ikan-ikan itu dengan keadaan utuh ditarik ke "darat", yang menggambarkan surga, -- tanpa menggunakan sebuah kapal, yang secara khas menggambarkan organisasi gereja-gereja setempat. Jadi secara rohani, ikan-ikan ini menggambarkan seluruh orang percaya sejati, yaitu umat pilihan, yang akan diselamatkan dari neraka, yang dilambangkan dengan laut, setelah zaman gereja berakhir.

 

Angka 153 dapat dibagi, dalam angka-angka berikut 3 X 3 x 17 = 153. Secara rohani, angka-angka ini menekankan bahwa angka 153 menjabarkan tentang tujuan Allah (atau angka 3) untuk membawa ke surga (atau angka 17) semua orang yang telah Allah selamatkan dari murka Allah atas dosa. Demikianlah, angka 153 menolong kita untuk melihat kebenaran-kebenaran rohani yang tersembunyi dalam peristiwa-peristiwa bersejarah.

 

KE-LIMA. Pada beberapa kesempatan Alkitab menarik perhatian kita kepada sebuah angka yang menubuatkan peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Seperti misalnya, dalam kitab Daniel 12:12, Allah berbicara tentang seseorang yang diberkati yang menunggu dan mencapai 1,335 hari. Dan kita menemukan bahwa ayat ini sedang menubuatkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, yang karya penebusan-Nya untuk bumi ini dimulai sejak tanggal 26 September tahun 29 Masehi ketika Ia secara resmi menyatakan diri sebagai Anak Domba Allah (Yohanes 1:29). Kemudian peristiwa ini terus berlanjut sampai tanggal 22 Mei tahun 33 Masehi, yaitu hari Pentakosta ketika Roh Kudus dicurahkan secara besar-besaran dan masa kerja gereja Perjanjian Baru secara resmi dimulai. Waktu antara kedua peristiwa itu adalah tepat 1,335 hari, sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam kitab Daniel 12:12.

 

KE-ENAM. Kita harus mengerti dengan jelas bahwa pemahaman yang benar dari kebenaran Alkitab apapun hanya dapat terjadi ketika Allah Roh Kudus telah memutuskan bahwa sudah waktunya bagi kita untuk mengetahui kebenaran tersebut. Allah harus membuka mata hati kita sebelum kebenaran apapun dapat disingkapkan. Oleh karena itu, suatu permohonan untuk memperoleh pengertian rohani itu seharusnya selalu menjadi doa dari siapapun yang berupaya untuk mencari kebenaran Alkitab. Dan hal itu juga berlaku secara langsung kepada pemahaman tentang masa dan waktu dan ciri-ciri dari peristiwa-peristiwa yang akan mengakhiri sejarah dunia ini.

 

KE-TUJUH. Dalam kitab Kolose 2:16 dan 17, Allah memberi keterangan yang jelas kepada kita bahwa upacara hari-hari raya merupakan "bayangan" dari hal-hal yang akan terjadi. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

 

"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus."

 

Oleh karena itu, kita dapat berharap dan benar-benar menemukan hubungan yang penting dalam penyingkapan rencana Injil Allah yang terjadi pada saat suatu hari raya diselenggarakan. Seperti misalnya, Kristus disalibkan tepat pada hari raya Paskah berlangsung ketika umat Israel menyembelih Domba Paskah. Dan hari raya Pentakosta (atau hari raya panen) adalah hari ketika Roh Kudus dicurahkan secara besar-besaran pada awal dari zaman gereja. Dan kita akan mendapati bahwa prinsip ini terus berlaku sepanjang jalan sampai pada hari yang terakhir dari keberadaan bumi, yang akan terjadi pada suatu hari yang berhubungan dengan hari terakhir dari hari raya Pondok Daun.

 

Jika kita terus mengingat tujuh prinsip ini, kita akan sangat tertolong dalam upaya kita untuk mempelajari kebenaran dari Alkitab. Dan karena pentingnya butir 7, yang berbicara tentang hubungan hari upacara dalam Alkitab dengan saat-saat penting dalam penyingkapan urutan waktu yang ditetapkan Allah dalam sejarah, maka adalah baik untuk lebih jauh menekankan hal ini. Dan dengan melakukannya kita juga akan menemukan ketepatan yang sering terjadi antara saat-saat penting dalam sejarah. Kita kemudian akan menemukan bahwa ketepatan ini terus berlangsung sampai kepada hari yang terakhir dari keberadaan bumi ini.

 

Sebagaimana yang telah kita lihat sebelumnya, banyak dari hubungan penting dalam penyingkapan waktu dikaitkan sangat tepat dengan hari-hari raya upacara yang harus dipatuhi oleh umat Israel dalam masa Perjanjian Lama. Penanggalan dalam Alkitab dikendalikan oleh perputaran waktu dari satu bulan baru ke bulan baru yang berikutnya, yang membuat jumlah hari dalam satu bulan di dalam Alkitab berkisar antara 29 sampai 30 hari. Dengan penyelidikan secara seksama tentang keterangan waktu yang ada di dalam Alkitab, kita mempelajari bahwa bulan pertama dari setiap tahun dimulai sangat dekat ketika waktu siang dan malam sama panjangnya di musim semi, tetapi tidak lebih awal dari 14 hari sebelum waktu malam dan siang sama panjangnya di musim semi, yang jatuh pada tanggal 21 Maret atau 22 Maret.

 

Sebagaimana telah kita catat, Allah telah melembagakan sejumlah upacara hari-hari raya yang sangat penting yang dihubungkan dengan unsur-unsur penting dari program keselamatan Allah. Ingatlah selalu bahwa upacara hari-hari raya ini adalah "bayangan dari apa yang harus datang sedang wujudnya ialah Kristus" (Kolose 2:16-17), dan hari-hari raya upacara yang penting ini adalah sebagai berikut:

 

1. Hari Raya Paskah, yaitu hari yang ke-14 dari bulan pertama.

 

2. Pentakosta, juga disebut sebagai hari raya panen, yang dirayakan tepat 50 hari setelah Sabat hari ke-tujuh yang dirayakan bersamaan dengan hari Paskah atau merupakan hari Sabat pertama setelah Paskah.

 

3. Hari pertama dari bulan ke-tujuh merupakan sebuah hari raya khusus yang disebut oleh para ahli teologi sebagai hari raya peniupan serunai. Istilah yang lebih tepat, seharusnya disebut sebagai hari raya Yobel. Nafiri-nafiri yang dibunyikan pada hari itu bukanlah nafiri perak seperti yang dikisahkan dalam Alkitab. Pada hari itu, adalah "syofar", atau tanduk domba jantan, yang ditiup. Jadi bila diterjemahkan dengan benar, Alkitab membicarakannya sebagai hari Yobel (Bilangan 29:1) atau suatu peringatan akan Yobel (Imamat 23:24).

 

4. Setiap tahun yang ke-50 merupakan tahun Yobel, yang menekankan bahwa Injil (kemerdekaan) harus diproklamasikan ke seluruh dunia. Tahun-tahun Yobel dimulai pada tahun 1,407 SM ketika bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan dan harus dirayakan setiap jarak waktu 50 tahun sesudah itu (Imamat 25:8-13). Demikianlah, tahun 7 SM, yaitu tahun ketika Yesus dilahirkan, merupakan sebuah tahun Yobel. Dan tahun 1994 Masehi, yaitu 2000 tahun setelah 7 SM, juga merupakan sebuah tahun Yobel.

 

Hari ke-sepuluh dari bulan ke-tujuh disebut sebagai hari pendamaian, dan hari itu juga disebut sebuah hari Yobel (Imamat 25:9), dan hari itu memandang kepada peristiwa besar ketika Yesus menyediakan penebusan atau pendamaian bagi dosa-dosa semua orang untuk siapa Ia datang untuk Ia selamatkan. Hari ke-15 sampai hari ke-22 dari bulan ke-tujuh merupakan hari raya Pondok Daun, yang terjadi pada saat yang bersamaan dengan hari raya penuaian.

 

Secara menonjol saat atau waktu dari masing-masing hari raya ini dihubungkan dengan peristiwa penting dalam penyingkapan program keselamatan Allah. Ketika kita menyelaraskan semua keterangan Alkitab yang dapat menolong kita untuk mengembangkan urutan waktu sejarah sepanjang jalan menuju akhir waktu, kita menemukan hal-hal berikut ini:

 

1. Ada bukti yang cukup banyak di dalam Alkitab yang menunjuk kepada kenyataan bahwa, dalam segala kemungkinannya, Yesus, yang merupakan intisari dari Yobel, dilahirkan pada tanggal 2 Oktober 7 SM. Tahun 7 SM ini merupakan sebuah tahun Yobel. Dan tanggal 2 Oktober tahun 7 SM, merupakan hari pendamaian dimana "syofar" (tanduk domba jantan) dari Yobel harus ditiup. Demikianlah, baik hari pendamaian dan tahun 7 SM disamakan dengan Yobel. Ingatlah, Yobel memusatkan perhatian pada kenyataan bahwa Injil harus disebarkan ke seluruh dunia. Dan Yesus datang ke bumi ini untuk membuat semua persiapan sehingga Injil dapat disebarluaskan ke seluruh dunia. Demikianlah, kita melihat hubungan yang luar biasa antara saat kelahiran Yesus, yang merupakan intisari dari Yobel, dengan hari dan tahun yang berpusat pada Yobel.

 

2. Peristiwa penting selanjutnya dalam program keselamatan Allah adalah hari ketika Yesus secara resmi memulai pekerjaan-Nya sebagai Mesias. Itu merupakan hari ketika Ia dinyatakan kepada dunia sebagai Anak Domba Allah yang harus datang untuk menghapus dosa-dosa dunia. Menurut penanggalan modern kita, hal itu terjadi pada tanggal 26 September tahun 29 Masehi. Menurut penanggalan Alkitab, itu adalah hari pertama dari bulan ke-tujuh, yang merupakan hari raya Yobel (yang secara salah disebut sebagai hari raya peniupan serunai oleh para ahli teologi). Jadi disini secara pasti kita dapat melihat persamaan yang indah dari pengumuman tentang permulaan yang resmi dari pelayanan Yesus, yaitu Yobel kita, dengan hari raya Yobel.

 

3. Yesus, sebagai Anak Domba Allah yang disembelih, secara harafiah menderita hukuman, sebagaimana yang dituntut oleh hukum Allah, melalui suatu cara yang setara dengan hukuman yang seharusnya ditanggung oleh orang-orang kepada siapa Ia datang untuk Ia selamatkan, sebagaimana Ia menebus upah dosa-dosa mereka. Hukuman yang luar biasa ini dimulai pada hari Kamis sore di taman Getsemani ketika keringat-Nya bercucuran seperti tetesan darah ke tanah dan berlanjut sampai sesaat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat.  Peristiwa yang mengagumkan ini terjadi persis pada saat yang sama seperti yang diperintahkan Alkitab bahwa hari raya Paskah harus ditaati. Hari Jumat tersebut, menurut penanggalan Alkitab, adalah hari ke-empat belas dari bulan pertama. Menurut penanggalan modern kita, itu adalah 1 April tahun 33 Masehi.

 

4. Pada tahun 33, penanggalan Alkitab menyebutkan perayaan hari raya Pentakosta jatuh pada hari Minggu tanggal 22 Mei menurut penanggalan modern kita. Ini merupakan hari buah sulung dari hasil panen yang harus dibawa masuk. Dan pada hari yang sama, 22 Mei tahun 33 Masehi, Roh Kudus dicurahkan secara besar-besaran dan buah-buah sulung dari zaman gereja dibawa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ingatlah, dalam kitab Kisah Para Rasul 2:41, kita membaca bahwa pada hari itu ada kira-kira 3,000 orang diselamatkan pada satu siang hari, dan itu adalah angka yang sangat besar dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa yang lain.

 

5. Pada setiap hari Pentakosta sepanjang zaman gereja, yang terus berlanjut sejak tahun 33 Masehi sampai tahun 1988, menekankan bahwa buah-buah sulung harus terus dibawa masuk. Oleh karena itu, zaman gereja telah berakhir sebelum hari Pentakosta pada tahun 1988. Ini adalah 21 Mei 1988. Demikianlah, zaman gereja telah berlangsung tepatnya selama 1,955 tahun penuh, sampai pada hari itu.

 

6. Hari itu adalah bersamaan dengan awal dari suatu masa ketika Allah mulai menyiapkan gereja-gereja dan dunia untuk apa yang Alkitab sebut sebagai "masa kesusahan besar yang dahsyat" atau "masa kesukaran besar yang terakhir" (great tribulation), yaitu siksaan secara "rohani" yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi. Dan kita mengetahui bahwa selama 2,300 hari pertama dari 8,400 hari masa kesusahan besar, sesungguhnya tidak ada seorangpun yang menjadi diselamatkan.

 

7. Tetapi kemudian, setelah 2,300 hari dari dimulainya "masa kesusahan besar", program keselamatan Allah yang terakhir dimulai. Hari bersejarah itu jatuh pada  tanggal 7 September 1994. Pada hari itu Allah sekali lagi mencurahkan Roh Kudus-Nya secara besar-besaran sehingga selama 17 tahun berikutnya, di seluruh dunia, sejumlah besar orang yang tak terhitung banyaknya akan diselamatkan (Wahyu 7:9, Wahyu 19:6). Sesungguhnya, tak seorangpun sadar akan perbuatan Allah yang mengagumkan ini pada saat hal itu terjadi. Tetapi Alkitab memastikan kita bahwa hal itu benar-benar terjadi. Tanggal 7 September itu, menurut penanggalan Alkitab, merupakan hari pertama dari bulan ke-tujuh, ketika hari raya Yobel dirayakan.

Jadi sekali lagi kita melihat hubungan yang luar biasa tentang saat penyingkapan rencana keselamatan Allah dengan waktu Alkitab tentang upacara hari-hari raya Perjanjian Lama.

 

Dalam kitab Wahyu 7:9-10 kita membaca demikian:

 

"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba! [yaitu mereka percaya kepada Injil Anugrah!]"

 

Lebih lanjut ayat 13 - 14 menjelaskan demikian:

 

"Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang KELUAR dari kesusahan yang besar [great tribulation]; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."

 

 

"Seek ye the LORD, all ye meek of the earth, which have wrought his judgment; seek righteousness, seek meekness: it may be ye shall be hid in the day of the LORD'S"  (Zephaniah 2:3)

 

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Jul 9, 2009

Tangan Kekuasaan Tuhan

"Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?" (Yesaya 53:1)

Tuhan, sebagai pengarang dari Alkitab, menanyakan dua pertanyaan kepada kita dalam ayat ini, dan kita akan melihat lebih dekat pada kata "percaya". Pertama-tama kata Ibrani untuk ungkapan "berita" dapat ditranslasikan sebagai "kabar baik". Sebenarnya, berita atau "kabar baik" ini, adalah pesan yang paling penting yang dapat didengar oleh umat manusia karena itu adalah pesan-pesan yang berasal dari Allah yang menciptakan langit dan bumi. Dan pesan itu adalah Injil (yaitu seluruh Alkitab).

Pesan-pesan ini sebenarnya mengandung "kabar buruk" dan juga "kabar baik". Kabar buruknya ialah kita semua adalah para pendosa yang berada di bawah murka Allah karena dosa-dosa kita. Sedang kabar baiknya ialah: ada satu Jalan keluar dari masalah tersebut, Tuhan Yesus Kristus telah datang untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dengan membayar "upah" dari dosa-dosa mereka sebagai pengganti mereka.

Pada kenyataannya dari dalam diri kita sendiri tidak ada satu orangpun yang dapat percaya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma pasal 3 dan Yohanes pasal 12. Dalam kitab Yohanes 12:37-40 kita membaca demikian: "... namun mereka tidak percaya kepada-Nya, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?"

Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: "Ia [yaitu Allah] telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati..." Dan kitab Roma 10:16-17 dan 20 juga menjelaskan mengenai kabar baik ini, yaitu Injil, demikian: "Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus ....... Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku." Sekarang bagaimana kita dapat mengerti ungkapan "tangan kekuasaan Tuhan" dalam Yesaya 53:1 ? Kita dapat mencari artinya dengan "membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani" atau membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam seluruh Alkitab seperti yang Allah instruksikan untuk kita perbuat (1 Korintus 2:13 KJV).

Dan Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan adalah Allah yang sangat cemburu terhadap semua karakter-karakter-Nya yang kudus, dan ungkapan "tangan Tuhan" sangat berhubungan dengan "kekuatan Tuhan", atau kekuasaan-Nya, seperti yang Dia gunakan untuk menyelesaikan tujuan-tujuan ilahi-Nya, terutama untuk menggenapkan keselamatan dari umat pilihan-Nya. Kitab Roma 1:16 menjelaskan kepada kita demikian "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi [yaitu orang-orang yang bersunat secara jasmani], tetapi juga orang Yunani [yaitu orang-orang yang tidak bersunat secara jasmani]." Kemudian kitab Yeremia 17:5 menekankan kutuk Tuhan yang tidak terhindarkan yang jatuh kepada setiap manusia yang mengandalkan pekerjaannya sendiri untuk menggenapkan keselamatannya.

Dalam ayat ini Tuhan menggunakan ungkapan "terkutuklah", disitu kita membaca demikian: "Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri [yaitu tangannya sendiri], dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" Untuk mengerti lebih baik implikasi dari ungkapan "kutuk" marilah kita melihat pada pernyataan ini: Tuhan Yesus yang tidak berdosa telah menjadi kutuk sebagai pengganti dari semua orang-orang yang percaya supaya dapat menyediakan keselamatan yang kekal bagi mereka dengan membayar upah dari setiap dosa-dosa mereka, seperti yang dijelaskan dalam kitab Galatia 3:13 demikian: "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Dan kitab Yesaya 51:5 menyatakan keselamatan kekal yang disediakan "tangan Tuhan" untuk setiap dari anak-anak-Nya demikian: "Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan." Sekarang kita mau memeriksa ungkapan "dinyatakan" seperti yang ada tertulis dalam kitab Yesaya 53:1 demikian: "Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?" Kata yang sama juga ditemukan dalam kitab Yesaya 40:5 yang kita baca demikian: "maka kemuliaan TUHAN [yaitu Kristus] akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." Dan kitab Matius 11:25 mencatat demikian: "Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [yaitu anak-anak atau bayi-bayi]."

Pemeliharaan yang penuh kasih dari "tangan" Gembala Yang Baik dapat kita lihat dalam kitab Yesaya 40:11 yang berkata demikian: "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati." Dalam ayat-ayat ini kita mempelajari bahwa sesungguhnya Tuhan telah "menyembunyikan" kebenaran dari orang-orang tertentu sehingga mereka tidak dapat diselamatkan kecuali mereka termasuk orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah sejak sebelum dunia dijadikan.
Dan kitab Matius 16:17 mengulang hal ini dengan menjelaskan bahwa berkat yang terbesar dari seluruh berkat adalah "keselamatan jiwa". Berkat ini "diturunkan dari atas" kepada manusia, berasal dari Allah yang berada Surga. Dalam ayat itu kita membaca demikian: "Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." Kata Yunani yang sama dengan ungkapan "dinyatakan" juga ditemukan dalam kitab Mazmur 98:2 dan ditranslasi sebagai "menyatakan", disitu kita membaca demikian: "TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya [yaitu Kristus] di depan mata bangsa-bangsa." Disisi yang lain, kitab Wahyu 19:9 menjelaskan demikian: " ....Berbahagialah mereka yang diundang [yaitu dipanggil] ke perjamuan kawin Anak Domba [yaitu Kristus]" Jadi hanya orang-orang yang dipanggil yang akan datang ke perjamuan pernikahan tersebut. Sekarang kita dapat mengerti mengapa perumpamaan tentang "pesta pernikahan" dalam kitab Matius 22:14 menyimpulkan demikian: "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." Sifat alami dari panggilan
Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya juga ditekankan dalam kitab Roma 8:28-30 yang kita baca demikian: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya." Dan akhirnya kitab Daniel 4:35 mencatat kekuasaan Tuhan yang maha besar demikian: "Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit [yaitu orang-orang yang mengaku percaya] dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"

Jul 6, 2009

Manusia Baru

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17)

Ungkapan "manusia baru" ditemukan dalam tiga ayat di Perjanjian Baru, dan di dalam setiap ayat kita dapat melihat berbagai macam aspek mengenai hal ini. Apakah sebenarnya "manusia baru" itu? Kitab Efesus 2:14-16 menjelaskannya demikian:

"Karena Dialah [yaitu Kristus] damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu."

Allah mengajarkan bahwa tidak perduli apapun etnis, kebudayaan, atau latar belakang agama dari seseorang, ia dapat menjadi "manusia yang baru" ketika Allah menyelamatkannya dan memberikan "damai sejahtera" yang sempurna dan kekal kepada mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa Kristus menyediakan hubungan yang baru antara seorang individu dengan Allah, dimana sebelumnya ada "perseteruan" atau permusuhan atau peperangan atau kebencian antara manusia dengan Allah karena manusia memberontak dan berada di dalam dosa. Kemudian ketika seseorang menjadi manusia yang baru di dalam Roh Kristus yang kekal, segala dosa-dosa mereka telah diampuni, dan mereka tidak akan pernah merasa terancam lagi oleh Neraka.

Kita juga belajar dari Alkitab bahwa manusia yang baru "diciptakan" di dalam Kebenaran dan Kekudusan yang menunjuk kepada Kristus. Dalam kitab Efesus 4:24 kita membaca demikian:

"dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam Kebenaran dan Kekudusan yang sesungguhnya."

Jadi Kristus juga disebut sebagai "pengantara" antara manusia dan Allah, seperti yang kita baca dalam kitab 1 Timotius 2:5 demikian:

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi Pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus"

Sebenarnya anak-anak Allah yang sejati sudah ditutupi oleh "jubah kebenaran Kristus" sehingga terlihat kudus dimata Allah sama seperti ketika Allah melihat Kristus sendiri (Yesaya 61:10), dengan demikian "manusia baru" hanya bisa menunjuk kepada "jiwa" seseorang (keadaan rohani seseorang), yaitu suatu bagian dari manusia dimana keselamatan diberikan. Ini adalah konsep yang sangat mengagumkan bahwa manusia yang berdosa dan jahat, dapat menjadi kudus dan suci seperti Penciptanya. Bagaimanapun juga Allah-lah yang harus membuat hal ini untuk terjadi supaya manusia dapat tinggal di dalam Surga-Nya yang suci.

Karakter lainnya dari "manusia baru" ditemukan dalam kitab Kolose 3:10 yang kita baca demikian:

"dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya [yaitu Penciptanya]"

Ketika seseorang menjadi Kristen, ia akan dihadapkan dengan sumber "pengetahuan" yang baru yang hanya dapat ditemukan di dalam Alkitab, dan Firman Tuhan hanya dapat dimengerti dengan benar ketika Allah Roh Kudus membimbing kita. Itulah caranya kita diperbaharui secara terus-menerus oleh permandian Roh Kudus (Titus 3:5). Dan kitab Kolose 1:10 menyatakan demikian:

" ... dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah"

Tujuan akhir dari orang yang percaya adalah untuk menikah dengan Tuhan Yesus Kristus, untuk menjadi bagian dari mempelai rohani Kristus di dalam "langit yang baru dan bumi yang baru". Mungkin anda sudah sering membaca ayat dalam kitab 2 Petrus 3:10, yang menekankan saat-saat terakhir dari alam semesta yang sekarang ini. Disitu kita baca demikian:

"Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap."

Dalam terang fakta ini adalah baik untuk bertanya kepada diri kita sendiri, "Apakah saya sudah menjalani kehidupan saya untuk kemuliaan Allah dan bukan untuk kemuliaan kita sendiri?" Dalam Perjanjian Lama Allah berkata dalam kitab Yesaya 65:17 demikian:

"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati."

Dari pernyataan ini kita mengerti bahwa Allah akan menghapus segala ingatan akan kesedihan yang ada di dalam pikiran kita. Dan dalam kitab 2 Petrus 3:13 kita juga menemukan referensi tentang hal ini demikian:

"Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat Kebenaran."

Kita tidak terkejut ketika Allah memperkenalkan konsep "Kebenaran" di dalam langit yang baru dan bumi yang baru, karena orang-orang yang akan tinggal di dalam kerajaan yang kekal ini telah dikuduskan oleh Allah sehingga menjadi kudus sama seperti Allah sendiri (Roma 11:6), dan mereka akan menikah selama-lamanya dengan Allah Tri-tunggal yang hidup yang telah memberikan Firman-Nya yang ajaib, Alkitab, kepada umat manusia.

Anti Christ

Perusahaan Motorola dan Hitachi telah mengembangkan dan memproduksi microchip untuk MONDEX SMARTCARD, yang dapat diimplementasikan ke dalam tubuh manusia. BIO-CHIP itu diberi nama BT952000, dirancang oleh DR Carl Sanders sesuai dengan tugas yang diterimanya (untuk mengembangkan alat dalam tubuh manusia yang akan dipakai untuk tujuan ekonomi dan identifikasi) dan dipresentasikan di dalam konferensi ke-17 NEW WORLD ORDER.

Konferensi ini diselenggarakan secara sangat tertutup di USA dan melibatkan orang-orang keuangan dari kelompok Iluminati yang menempati berbagai posisi penting di seluruh dunia. Penyelenggaraan konfrensi tsb merupakan kepanitian langsung dari organisasi "Iluminati" yang sangat rahasia dan terselubung. BIO-CHIP berukuran panjang 7mm dan lebar 0.75mm dan memiliki pemancar dengan batteray lithium yang dapat diisi kembali melalui rangkaian thermo-couple yang mendapat energi listrik dari perbedaan suhu tubuh manusia. Hasil penelitian dan riset bertahun-tahun tsb juga menunjukan adanya dua tempat yang dianggap paling cocok dan aman untuk penanaman bio chip dalam tubuh manusia yaitu di DAHI, persis dibawah garis rambut, dan dibelakang TANGAN KANAN.

"Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya." (Why 13:16)

Dalam presentasinya, DR. Sanders sempat menyatakan kehawatirannya pada pemakaian batteray lithium untuk Bio-chip tsb, karena apabila suatu saat battery itu pecah atau bocor maka akan mengakibatkan reaksi kimia berupa timbulnya bisul-bisul yang berbahaya bagi manusia.

"Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawan keatas bumi. Maka timbullah bisul yang jahat dan berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan menyembah patungnya." (Why 16:2)

DR Sanders adalah penemu alat-alat pengobatan tehnologi tinggi, alat-alat pengawasan untuk agen mata-mata, dan alat-alat keamanan tingkat tinggi yang sudah dipakai oleh CIA, FBI, IRS, IBM, GE, Honeywell dan Teledyne. Dia juga menerima banyak penghargaan dari presiden dan gubernur untuk berbagai design dan standar mutu. Beberapa saat setelah meninggalkan proyek bio-chip, ia bertobat dan lahir baru setelah merenungkan kitab Wahyu, terutama tentang nubuatan "Tanda Binatang" si Antikris.

Selain MOTOROLA dan HITACHI, pada tahun 1996 perusahaan bernama GEMPLUS juga mengambil bagian dalam memproduksi SMARTCARD yang akan dipakai untuk implementasi system MONDEX untuk seluruh dunia. GEMPLUS merupakan perusahaan yang saat ini memproduksi kartu SIM GSM dan US DOT (untuk departemen pertahanan USA). Pemasarannya dilakukan oleh MARC dengan kode proyeknya bernama TESSERA. TESSERA adalah tanda bangsa Romawi yang ditempel ditubuh seorang budak sebagai tanda kepemilikan. Pemilihan nama ini bukan suatu kebetulan, tetapi memperlihatkan bagaimana "visi" Iblis tengah diterapkan dalam rangka penciptaan "ONE WORLD GOVERNMENT" dibawah penguasa tunggal Antikris.

Selain MOTOROLA dan HITACHI, pada thn 1996 perusahaan bernama GEMPLUS juga mengambil bagian dalam memproduksi SMARTCARD yang akan dipakai untuk implementasi system MONDEX untuk seluruh dunia. GEMPLUS merupakan perusahaan yang saat ini memproduksi kartu SIM GSM dan US DOT (untuk Departemen Pertahanan AS).
Pemasarannya dilakukan oleh MARC (Multitechnology Automated Reader Card) dengan kode proyeknya bernama TESSERA. TESSERA adalah tanda bangsa Romawi yang ditempel di tubuh seorang budak sebagai tanda kepemilikan. Pemilihan nama ini bukan suatu kebetulan, tetapi visi Iblis tengah diterapkan dalam rangka penciptaan “one world government” dibawah penguasaan tunggal Antikris. Perusahaan lain yang mengambil bagian dalam system MONDEX ini adalah AT&T dan LUCENT. Kedua perusahaan ini telah membeli license untuk mengoperasikan MONDEX diseluruh AS. Keduanya memakai logo ular naga matahari dan ular naga merah. LUCENT adalah singkatan dari LUCIFER ENTERPRISE yang bermarkas di Fifth Avenue 666 Manhattan. Perusahaan ini telah membeli berbagai saham perusahaan vital termasuk saham PT Telkom Indonesia.

Produk-produk mereka diberi nama STYX (sungai di Hades=dunia orang mati), JANUS (tuhan berwajah dua) dan INFERNO (cerita tentang Iblis di neraka). Lambang LUCENT terdiri dari lingkaran api neraka. Salah satu produk mereka yang paling dibanggakan adalah tehnologi TTS (Text To Speech), dimana melalui tehnologi ini mereka memberi kehidupan kepada benda mati seperti patung atau robot yang menyerupai manusia, untuk berbicara seperti layaknya manusia hidup.

Kata Yunani dalam Kitab Suci untuk tanda binatang adalah CHARAGMA yang berarti garutan, goresan, cap, lencana atau tanda perbudakan dan perhambaan. Bilangan 666 adalah ungkapan Yunani untuk Chi Xi Stigma, yang berarti menusuk atau menggoreskan sebuah tanda kepemilikan. BIO CHIP merupakan tanda binatang itu, yang akan disuntikan kepada semua orang tanpa kecuali untuk MEMBELI dan MENJUAL. Kitab Suci menjelaskan hal ini akan terjadi di ujung akhir jaman dan saat ini kita semua telah melihat penggenapannya. Waktu sedang berjalan cepat menuju penguasaan global Antikris, dimana semua manusia harus memakai lambangnya yang berarti penundukan kepada Kerajaan Setan untuk dapat bertransaksi.

BARCODE

Tanda binatang untuk setiap produk barang di dunia ini diterapkan UPS (Universal Product Code) BARCODE, sehingga setiap barang apapun berada dalam kontrol system ekonomi
Antikris. Saat ini sudah hampir setiap barang yang kita dapatkan di supermarket tertera Barcode. Tanpa disadari kita sebenarnya telah mempergunakan tanda binatang itu dalam kehidupan sehari-hari, satu tanda makin dekatnya ‘hari Tuhan.” Setiap barcode mengandung angka 666 dan terdiri dari berbagai versi. Tetapi yang paling sering ditemui adalah BARCODE 10 angka yang terbagi menjadi 2 bagian. Versi lain terdiri dari 6 angka. Tetapi dalam setiap versi terdapat 3 garis (3 bar) yang lebih tebal dan diidentifikasikan komputer sebagai angka 666. Bar-bar tersebut disebut sebagai bar pemisah karena berfungsi untuk memberi tahu scanner tentang awal, tengah dan akhir dari pembacaan scanner.

PROYEK LUCID

Nama LUCID atau LUC-ID merupakan singkatan dari Lucifer Identification. Sistem ini merupakan Universal Information Identification System, yang dirancang untuk mampu memonitor keadaan setiap orang. Penemunya adalah Jean Paul Creusant, MD bekerjasama dengan UN-INEA (United Nation International Narcotic Enforcement Officer Association) dan diterbitkan oleh Universal Biometric Card. Sistem ini sudah diterapkan di UN GLOBAL SECURITY PROGRAMME (Program Keamanan Global PBB).

Dengan menyatunya system ini dalam MONDEX maka semua kegiatan masyarakat, setiap transaksi jual beli, dan setiap kecenderungan ekonomi akan dapat terdeteksi dan teridentifikasi oleh setiap jaringan komputer global Antikris disetiap negara di dunia. Sistem ini memungkinkan intervensi dan kontrol penguasa atas segala kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap orang. Simon Davis, seorang dari peneliti MONDEX mengatakan bahwa saat ini MONDEX sedang memonitor semua transaksi sebagai proyek percontohan yang akan menembus kebiaasaan hokum perdagangan bebas.

FREEMANSORY

Sebagian besar pendiri dan peneliti MONDEX berasal dari bank-bank yang tergabung dalam Club Of Isles (Isles adalah nama kepulauan di Inggris) dan House Of Windsor. Kedua club
ekslusif ini didirikan oleh Freemansory, jaringan organisasi iblis terbesar di dunia dibawah koordinasi ILLUMINATI. Melalui pertemuan-pertemuan rahasia mereka menjalankan strategi-strategi globalnya. Tujuan pendiarian Banking-Club ini adalah untuk mendukung terciptanya ekonomi global. THE NEW WORLD ORDER (tatanan dunia baru) didasarkan atas sebuah pemerintahan politik global, agama global dan ekonomi global dibawah kepemimpinan Antikris.

Catatan: Suatu dokumen rahasia menyebutkan bahwa Antikris adalah The Lord Of Isles dan bilangan namanya adalah 666. Ia disebutkan akan menjadi figure dunia yang akan disembah oleh banyak bangsa. Dia dan keluarganya adalah orang pertama yang menerima implementasi Bio-Chip di tubuhnya, dimana acara tersebut disiarkan oleh CNN pada bulan Maret 1996 (kebenaran informasi ini masih diragukan karena sumber informasi sangat tertutup).

PAGAN

Logo MONDEX terdiri dari 3 lingkaran yang tersambung, symbol yang umumnya terdapat di perkumpulan-perkumpulan okultisme dan kebathinan New Age – Freemansory. Arti
umum dari 3 lingkaran itu adalah 3 dewa Mesir (Pagan trinitas) yaitu ISIS, OSIRIS, HORUS yang didalam Kitab Suci disebut sebagai ASHTORET, NIMROD, TANMUZ/BAAL. Tiga dewa Mesir dipakai oleh sebuah kerajaan kuno di Inggris dan oleh sebuah perkumpulan orang asing yang didirikan oleh NERO pada tahun 55 SM. Beberapa organisasi okultisme dan kebatinan Freemansory juga memakai symbol ini sampai sekarang.

MONDEX juga memakai logo Rantai emas. Rantai ini merupakan lambang dari penjara, perbudakan, kekalahan. Juga diartikan sebagai hubungan langsung antara sorga (kegelapan) dan bumi (menara Babel). Rantai emas Homer adalah istilah yang dipakai di lingkungan MONDEX, dimana menurut mereka berarti Tuhan dihukum dan diperintahkan untuk turun dari sorga ke bumi.

Jul 4, 2009

Rumah Tuhan

"Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (Mazmur 23:6)

Kebajikan dan kemurahan yang akan mengikuti orang-orang yang percaya adalah berkat-berkat kekal yang berasal dari atas. Tuhan Yesus mengajarkan dalam kitab Matius 19:17 bahwa hanya ada satu yang baik, yaitu Allah sendiri. Dan ungkapan Rumah Tuhan dalam ayat ini sesungguhnya menunjuk kepada Kerajaan Tuhan yang kekal yang hanya akan didiami oleh orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia selamatkan. Jika kita sudah benar-benar diselamatkan secara rohani kita akan berdiam (atau tinggal) di dalam di dalam Rumah Tuhan yang kekal. Ini bukan berarti bahwa kita akan hidup di dalam sebuah bangunan gereja, ini juga bukan berarti bahwa rumah kita adalah semacam tempat ibadat secara fisik. Rumah Tuhan yang dimaksud adalah Allah Yehovah itu sendiri seperti yang kita baca dalam kitab Mazmur 90:1 demikian:

"Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan [yaitu tempat tinggal - KJV] kami turun-temurun."

Harap perhatikan bahwa ungkapan "kami" dalam ayat ini menunjuk kepada bangsa Israel rohani keturunan Abraham seperti yang kita baca dalam kitab Galatia 3:29 dan Roma 2:29. Ada hubungan yang sangat intim antara Tuhan dengan umat-Nya -- Tuhan ada di dalam mereka dan mereka di dalam Dia. Dan mereka disebut sebagai "tubuh Kristus", yang adalah "Bait Allah" yang hidup. Kitab 1 Korintus 3:16 menjelaskan kepada kita demikian:

"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"

Kitab Yohanes 2:19-21 berkata demikian:

"Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri [yaitu tubuh Kristus = badan kumpulan orang-orang percaya sejati]."

Kitab Efesus 2:21 mengajarkan kepada kita demikian:

"Di dalam Dia [yaitu Kristus sebagai Batu Penjuru] tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh."

Dan dalam Yohanes 14:23 Tuhan menyatakan demikian:

"Jika seorang mengasihi Aku [Yesus], ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan KAMI [yaitu Bapa dan Kristus dalam bentuk Roh = Roh Allah = Roh Kristus = Roh Kudus] akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."

Kitab 1 Petrus 2:5 menyatakannya dengan cara ini:

"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."

Dan kitab Wahyu 7:15-17 menekankan demikian:

"Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Di dalam Alkitab orang-orang percaya yang sejati juga disebut sebagai Yerusalem dan Sion (internal), seperti yang kita baca dalam kitab Yesaya 40:9 demikian:

"Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"

Dan kitab Yohanes 15:4-6 menyatakan hubungan ini sebagai berikut:

"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar."

Ungkapan "tinggal" berarti untuk "bersemayam" atau "berada". Ketika kita berada di dalam Kristus, kita berada bersama-sama dengan-Nya untuk selama-lamanya, seperti yang dinyatakan dalam kitab Mazmur 100:3 demikian:

"Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya."

Ini adalah pernyataan yang sangat mengagumkan tentang "kedamaian kekal" yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya -- "domba-domba gembalaan-Nya". Biarlah anda juga menjadi salah satu dari "domba" yang berada dalam pemeliharaan kekal dari sang "Gembala Agung", Tuhan Yesus Kristus, supaya anda juga dapat berkata dengan penuh keyakinan, "Aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."