Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Mar 27, 2009

Ketetapan Tuhan

"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku [Musa] ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu [Elohim atau Allah-allah, atau Allah jamak, Allah Tri-tunggal], untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu [yaitu mendapatkan hidup yang kekal].

Maka dengarlah, hai orang Israel [Israel rohani - Galatia 6:16]! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah [Elohim] kita, TUHAN itu esa!

Kasihilah TUHAN, Allahmu [Elohim], dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya BERULANG-ULANG kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada TANGANMU dan haruslah itu menjadi lambang di DAHIMU [sebagai kebalikannya lihat Wahyu 13:16-18], dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN [yaitu melupakan Firman Tuhan], yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya [Yohanes 20:31, Kis. 10:43, 1 Yohanes 3:23] haruslah engkau bersumpah. Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu [walaupun nama allah mereka mirip sama], sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.

Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa. Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.

Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir [yaitu budak Iblis], tetapi TUHAN membawa kita KELUAR dari Mesir dengan tangan yang kuat. TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita; tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.

TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita HIDUP, seperti sekarang ini. Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita." (Ulangan 6:1-25)

Ayat ayat Saduran

Alkitab adalah buku "tertua" yang pernah ada di dunia ini, kitab Taurat Musa (yaitu lima kitab yang pertama dari Alkitab) telah ditulis 500 tahun sebelum kitab-kitab Hindu yang paling awal ada. Jadi Musa telah menulis kitab yang pertama, yaitu kitab Kejadian, kira-kira 2000 tahun sebelum Al-Quran mulai ditulis. Muhammad baru dilahirkan pada tahun 571 Masehi. Dan selama masa yang panjang itu tidak ada buku yang dikasihi dan dibenci seperti Alkitab. Sepanjang sejarah tidak ada buku yang secara konsisten telah dibeli, dipelajari dan dikutip seperti Alkitab. Oleh karena ide-idenya yang sangat unik beberapa agama dan kepercayaan-kepercayaan lain memasukkan ajaran Alkitab ke dalam kepercayaan mereka. Dan berikut ini adalah kutipan-kutipan Alkitab yang disadurkan ke dalam kepercayaan kaum Muslim:

Memberi Salam

"Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera [ASSALAM MUALAIKUM] bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu." (Lukas 10:5-6) ***** [Sesungguhnya Damai Sejahtera ini menunjuk pada perdamaian rohani antara manusia dengan Allah, atau keselamatan, yaitu semua upah dosa-dosa mereka telah diampuni. Ini bukan menunjuk pada kedamaian antara manusia atau kedamaian di bumi yang sudah dikutuk karena dosa ini]

Tidak Ada Tuhan Selain Allah

"Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! [LAA ILLA HAIL AULOH]" (Yesaya 45:21) ***** [Ini adalah pernyataan yang sangat sering dinyaringkan oleh kaum Muslim, yaitu Tidak Ada Tuhan Selain Allah tepat seperti yang ada banyak tertulis di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama]

Bila Tuhan Menghendaki

"Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya [INSYA ALLAH], kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." (Yakobus 4:13-17) ***** [Yakobus bukanlah satu-satunya yang menulis tentang hal ini, rasul Paulus telah terlebih dahulu menulis hal yang serupa dalam kitab 1 Korintus 4:19]

Memberi Makanan Yang Sama

"apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari." (Yesaya 58:6) ***** [Ayat ini sangat terkenal karena ada disebutkan pada akhir dari film "The Message" (1976) yang bercerita tentang perjalanan Muhamad. Dan umat Muslim menafsirkan bahwa ini menunjuk kepada makanan jasmani, tetapi sesungguhnya ini menunjuk kepada makanan rohani]

Memelihara Janggut

"Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah engkau merusakkan tepi janggutmu." (Imamat 19:27) ***** [Ayat ini membuat beberapa orang sampai hari sekarang ini mempunyai kebiasaan untuk memelihara janggut mereka secara harafiah untuk menyenangkan Allah. Dan sebenarnya arti rohani dari rambut di dalam Alkitab adalah "kepatuhan"]

Jilbab

"Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung [yaitu jilbab], menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya ………. Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang, tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung." (1 Korintus 11:5, 14-15) ***** [Perempuan Kristen tidak menggunakan jilbab karena ketika mereka berdoa atau bernubuat Kristus adalah jilbab atau penutup mereka secara rohani, lihat ayat terakhir]

Sunat

"Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu [yaitu Abraham] serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus DISUNAT; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, TURUN-TEMURUN .... " (Kejadian 17:10-12) ***** [Perhatikan bahwa umat Yahudi hanya menyunat anak laki-laki mereka, akan tetapi umat Islam menyunat semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, suatu kepercayaan yang salah dan sangat menyakitkan bagi kaum hawa]

Potong Tangan
"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam Neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, PENGGALLLAH dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk Neraka." (Matius 5:29-30) ***** [Untunglah hanya perintah mengenai potong tangan yang dijalankan secara harafiah oleh kaum Muslim, sedangkan umat Kristen menjalankan keduanya secara rohani, karena mata, kaki, tangan dan dahi bila memiliki arti rohani itu menunjuk pada "kehendak"]

Kebiasaan Berdoa

"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:10) ***** [Umat Yahudi berdoa tiga kali sehari, yaitu pada waktu petang, pagi dan tengah hari, akan tetapi umat Islam melakukannya lima kali sehari]

Melepaskan Sandal

"Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "TANGGALKANLAH kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian." (Yosua 5:15) ***** [Inilah sebabnya umat Muslim secara harafiah melepaskan sandal/sepatu mereka ketika masuk ke tempat ibadah, dimana kasut disini juga menunjuk kepada kaki atau "kehendak" manusia]

Sujud Ke Arah Yerusalem
"Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus [yaitu Yerusalem] dengan takut akan Engkau." (Mazmur 5:7) ***** [Umat Yahudi bersujud menyembah ke arah Yerusalem, sedangkan umat Islam bersujud menyembah ke arah Mekah dimana kedua kota ini cukup berdekatan letaknya sehingga menunjuk ke arah yang sama bila kita tinggal di Indonesia]

Membasuh Kaki Dan Tangan Dengan Air

"Maka Harun dan anak-anaknya [yaitu para imam] haruslah MEMBASUH tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk SELAMA-LAMANYA, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun." (Keluaran 30:19-21) ***** [Inilah sebabnya umat Muslim menggambil air wudhu sebelum sembahyang dimana sebenarnya arti rohani dari air menunjuk kepada Firman Tuhan atau Injil]

Puasa

"Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk SELAMA-LAMANYA bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan BERPUASA dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu." (Imamat 16:29) ***** [Umat Yahudi dan Islam melakukan puasa secara jasmani yang seringkali menimbulkan keributan, sedangkan orang-orang percaya yang sejati melakukan puasa secara rohani]

Ziarah Haji

"Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN [yaitu Yerusalem]; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh. Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya .... " (Ulangan 16:15-16) ***** [Tiga kali setahun para laki-laki Yahudi berziarah menghadap Tuhan ke Yerusalem, akan tetapi ajaran Islam mengharuskan semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berziarah ke Mekah]

Tentang Salomo

"Ia [yaitu Salomo] sanggup berbicara TENTANG pohon-pohon dan tanaman-tanaman -- dari pohon cemara Libanon sampai kepada rerumput hisop yang tumbuh pada dinding-dinding batu. Ia berbicara juga mengenai binatang-binatang, seperti misalnya unggas, binatang melata dan ikan." (1 Raja-raja 4:33) ***** [Ini adalah pernyataan yang asli tentang Salomo putera raja Daud, seorang yang paling bijaksana pada zamannya. Anehnya Al-Quran menyatakan bahwa Salomo sanggup berbicara kepada binatang-binatang dan pohon-pohon, dan ia mengerti bahasa-bahasa mereka (???). Sangat gaib sekali kepercayaan kaum Muslim ini]

Bulan Menjadi Darah

"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu." (Yoel 2:31) ***** [Matahari seringkali digunakan di dalam Alkitab untuk menggambarkan Tuhan sendiri sebagai Terang Dunia, Sang Juruselamat atau Penebus. Dan Bulan secara rohani menunjuk kepada "hukum Tuhan". Jadi secara sederhana pengertiannya adalah sebelum akhir zaman "hukum Tuhan" akan menuntut darah atas setiap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi]

Pohon Bertepuk Tangan
"Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan." (Yesaya 55:12) ***** [Umat Muslim sangat mudah sekali untuk dibohongi, mereka mengira bahwa pada suatu waktu pohon dapat benar-benar bertepuk-tangan atau membungkuk atau menangis, akan tetapi di dalam Alkitab Tuhan menggunakan rumput atau pohon sebagai "gambaran" dari orang-orang yang percaya. Tidak pernah ada suatu saat di dalam sejarah ataupun di masa yang akan datang bahwa pohon dapat bertindak seperti halnya manusia]

Atap Rumah

"tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas ATAP RUMAH." (Matius 10:26b-27) ***** [Inilah sebabnya umat Muslim secara harafiah berdoa dengan menggunakan pengeras suara di atap rumah]

Hukuman Rajam
"Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis, maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu [yaitu RAJAM], sehingga mati -- sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu." (Ulangan 22:20-21) ***** [Hukuman rajam dan hukuman potong tangan secara harafiah benar-benar dijalankan di Saudi Arabia dan di negara-negara lainnya yang menjalankan hukum syariah yang ketat, sangat mengerikan sekali bahwa untuk berbuat dosa-dosa tertentu tidak ada pengampunan lagi. Akan tetapi itu tergantung apakah anda tertangkap basah oleh orang lain bahwa anda berbuat dosa-dosa tersebut]

Hukuman Pukulan

"maka jika orang yang bersalah itu layak dipukul, haruslah hakim menyuruh dia meniarap dan menyuruh orang memukuli dia di depannya dengan sejumlah dera setimpal dengan kesalahannya. Empat puluh kali harus orang itu dipukuli, jangan lebih; supaya jangan saudaramu menjadi rendah di matamu, apabila ia dipukul lebih banyak lagi." (Ulangan 25:2-3) ***** [Ada batas tertentu yang Tuhan sudah tetapkan atas hukuman pukulan atau cambuk yaitu 40 kali, tidak boleh lebih. Orang Yahudi seringkali melakukannya sebanyak 39 kali, supaya bila terjadi salah hitung mereka tidak melanggar perintah Tuhan, akan tetapi umat Muslim melakukannya 40 kali]

Jangan Memberi Salam
"Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa AJARAN ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan JANGANLAH MEMBERI SALAM kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat." (2 Yohanes 1:10-11) ***** [Bagian ini menunjuk kepada salam secara rohani yang terjadi di dalam hati, ini bukan mengajarkan untuk menolak orang-orang yang mau memberi salam secara jasmani]

Penguburan Pada Hari Yang Sama
"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau MENGUBURKAN dia pada hari itu juga .... " (Ulangan 21:22-23) ***** [Inilah sebabnya umat Muslim terburu-buru mengubur mayat orang yang meninggal pada hari yang sama ia meninggal dunia tidak perduli siapapun yang meninggal, suatu peraturan yang sangat aneh]

Zakat

"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana [yaitu Yerusalem], haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu." (Ulangan 14:22-23) ***** [Umat Yahudi mempersembahkan sepersepuluh dari "hasil" ladang dan ternak mereka untuk menyokong pekerjaan Tuhan, akan tetapi umat Muslim setiap tahunnya diharuskan untuk memberikan 2.5 persen dari "total" kekayaan mereka sebagai zakat]

Dosa Terhadap Sesama
"Engkau KHILAF jika bertanya, apa pengaruh dosamu terhadap-Nya; dan keuntungan apa yang kauterima kalau engkau tidak berbuat dosa. Akulah yang akan memberi jawaban kepadamu dan juga kepada teman-temanmu itu. Lihatlah ke langit dan perhatikan betapa tingginya awan-awan. Jika engkau berdosa, Allah tidak akan rugi. Jika salahmu banyak, Ia tak terpengaruhi. Dengan berbuat baik, Allah tidak kaubantu. Sungguh, Ia tak memerlukan apa pun darimu. Hanya sesamamu yang dirugikan oleh dosa-dosamu. Dia juga yang beruntung oleh kebaikanmu." (Ayub 35:2-8 BIS) ***** [Ini adalah ayat-ayat yang sangat menyesatkan bila diambil keluar dari konteksnya, pengertian Kitab Suci yang benar tentang setiap dosa adalah yang terutama tentang dosa itu adalah dosa terhadap Allah. Akan tetapi ada banyak kaum Muslim yang tidak segan-segan untuk berbuat dosa terhadap orang-orang yang bukan termasuk kaumnya. Suatu kepercayaan yang tidak memiliki kasih dan benar-benar sesat]

Peraturan Tentang Makanan

"Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing; rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan. Setiap binatang berkaki empat yang berkuku belah -- yaitu yang kukunya bersela panjang menjadi dua -- dan yang memamah biak di antara binatang-binatang berkaki empat, itu boleh kamu makan. Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu. Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air; segala yang bersirip dan bersisik boleh kamu makan, tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik janganlah kamu makan; haram semuanya itu bagimu." (Ulangan 14:4-10) ***** [Sampai hari sekarang ini umat Yahudi dan Islam memiliki peraturan yang sangat ketat tentang makanan dan minuman seperti yang disebutkan dalam kitab Taurat ini]

Seorang Penolong
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang PENOLONG yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16) ***** [Di dalam Al-Quran ada tertulis tentang hal ini dan umat Muslim secara kasar menafsirkan bahwa Penolong tersebut menunjuk kepada Muhammad dimana sebenarnya ini menunjuk kepada Allah Roh Kudus yang akan menyertai orang-orang yang percaya untuk selama-lamanya di dalam kekekalan]

Seorang Nabi

"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu [yaitu kaum Israel], sama seperti aku [yaitu Musa], akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan." (Ulangan 18:15) ***** [Beberapa orang menafsirkan bahwa ayat ini menunjuk kepada Muhammad, beberapa orang lagi menafsirkan ini menunjuk kepada Osama Bin Laden, dan beberapa orang lagi berkata bahwa hal ini belum terjadi dan akan terjadi sebentar lagi, akan tetapi kebenarannya adalah ayat ini secara pasti menunjuk kepada Yesus Kristus seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 1:41,45 dan Kis. 3:21-23]

Kurban Penghapus Dosa
"Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba. Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang TIDAK BERCELA. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia." (Imamat 1:2b-3) ***** [Sampai hari sekarang ini ada banyak orang yang mempersembahkan kurban dari binatang yang tidak bercacat untuk kurban pendamaian atau kurban bakaran penghapus dosa dimana sesungguhnya Yesus Kristus adalah Anak Domba yang tidak bercacat yang dimaksud oleh Allah]

Sangat mengherankan sekali ada begitu banyak ayat-ayat Alkitab yang mirip dengan wahyu yang diterima oleh Muhammad di kemudian hari dengan pengertian yang berbeda. Mungkinkah Muhammad membaca ayat-ayat ini dan kemudian mengakuinya sebagai wahyu-wahyu tambahan yang ia terima dari Jibril? Pada zaman Muhammad Kitab Suci masih sangat mahal harganya karena masih harus ditulis dengan tangan, hanya orang-orang kaya dan orang-orang penting yang dapat memiliki akses untuk membaca Alkitab. Di kemudian hari setelah mesin cetak ditemukan (kira-kira 500 tahun yang lalu) barulah khalayak ramai dapat mengetahui isi Alkitab yang sebenarnya. Dan pada hari sekarang ini kita memiliki internet dimana hampir tidak ada informasi apapun yang dapat disembunyikan dari masyarakat luas.

Yakub dan Esau

"Sebab di dalam Dia [yaitu Kristus] Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, SUPAYA terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya." (Efesus 1:4-6)

Walaupun kita tidak dapat mengerti seluruhnya tentang lingkupan dan kebesaran kasih Tuhan tetapi kita dapat melihat dari Kitab Suci bahwa kasih Tuhan adalah salah satu aspek yang penting dari rencana keselamatan-Nya untuk umat yang telah dipilih-Nya. Pada kenyataannya Tuhan telah mengasihi orang-orang pilihan sejak sebelum Penciptaan dan untuk selama-lamanya "supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia".

Ingatlah bahwa kasih Tuhan kepada umat-Nya adalah kasih yang kekal selama-lamanya, dan adalah cukup jelas bahwa hal ini tidak dapat terjadi kepada semua orang. Akan tetapi itu seluruhnya adalah hak dan urusan Tuhan, kita hanya perlu untuk menerima dan percaya bahwa Firman Tuhan, Alkitab adalah satu-satunya Kebenaran.

Kitab Efesus 2:3-6 mengajarkan tentang orang-orang yang percaya demikian:

"Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita --oleh kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga"

Sangat disayangkan sekali bahwa ada banyak orang yang mengaku sebagai Kristen akan tetapi mereka alergi dengan ungkapan-ungkapan seperti "kasih karunia", "anugrah", "umat pilihan", "pre-destinasi", dll. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Tuhan hanya mengasihi orang-orang yang telah Ia pilih sejak sebelum dunia dijadikan, yang Ia sebut sebagai "orang-orang pilihan".

Dan dalam ayat-ayat berikut dari Perjanjian Lama yang berbicara tentang anak kembar dari Ishak dan Ribka, yaitu Yakub dan Esau, Tuhan berkata bahwa Ia "mengasihi" Yakub dan "membenci" Esau. Tuhan berbicara kepada bangsa Israel dalam kitab Maleakhi 1:2-3 demikian:

"Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya [yaitu pegunungan Seir atau Edom] menjadi sunyi sepi [shemamah] dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Kata Ibrani untuk ungkapan "sunyi sepi" (shemamah) merupakan gaya bahasa dari penghakiman atau kutukan Tuhan. Ungkapan ini berarti dimata Tuhan tidak ditemukan lagi orang-orang percaya yang sejati didalamnya. Dimata Tuhan tidak ada lagi ditemukan orang-orang yang masih hidup secara rohani didalamnya.

Dan ayat-ayat berikut menunjuk pada penghakiman Tuhan terhadap organisasi gereja-gereja yang sudah tersesat di akhir zaman dimana gereja-gereja ini digambarkan sebagai "Yerusalem" (external), Babel, Esau, Edom, Seir, Bozra, Tirus, Sidon, Mesir, Sodom, Amon, Moab, dll.

Dalam kitab Yeremia 9:11 kita membaca demikian:

"Aku akan membuat YERUSALEM menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala; Aku akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi [shemamah], tidak berpenduduk lagi."

Kitab Yeremia 50:13 berkata demikian:

"Karena murka TUHAN negeri itu [yaitu Babel] tidak akan didiami lagi, sama sekali akan menjadi tempat tandus [shemamah]. Setiap orang yang melewati BABEL akan merasa ngeri dan akan bersuit karena pukulan-pukulan yang dideritanya."

Kitab Zefanya 2:9-11 menyatakan demikian:

"Sebab itu, demi Aku yang hidup --demikianlah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel-- maka MOAB akan menjadi seperti Sodom dan bani AMON seperti Gomora, yakni menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi [shemamah] sampai selama-lamanya. SISA-SISA umat-Ku akan menjarah mereka dan yang masih tinggal dari bangsa-Ku itu akan memiliki mereka sebagai warisan." Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi"

Dan kitab Yesaya 34:9-15 menggambarkannya demikian:

"Sungai-sungai EDOM akan berubah menjadi ter, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi ter yang menyala-nyala. Siang dan malam negeri itu tidak akan padam-padam, asapnya naik untuk selama-lamanya. Negeri itu akan menjadi reruntuhan turun-temurun, tidak ada orang yang melintasinya untuk seterusnya. Burung undan dan landak akan mendudukinya, burung hantu dan burung gagak akan tinggal di dalamnya. TUHAN menjadikannya campur baur dan kosong tepat menurut rencana-Nya. Jin-jin akan diam di dalamnya, dan para pemukanya akan tidak ada lagi; tidak ada lagi di sana yang dimaklumkan sebagai raja, dan semua pemimpinnya sudah lenyap. Duri-duri akan tumbuh di puri-purinya, rumput dan puteri malu di tempat-tempatnya yang berkubu, sehingga menjadi tempat kediaman serigala, dan lapangan bagi burung unta. Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian. Di sana ular pohon bersarang dan bertelur, mengeram sampai telurnya menetas; burung-burung dendang saja berkumpul di sana, masing-masing dengan pasangannya."

Dan Perjanjian Baru kitab Wahyu 18:2-5 mencatat demikian:

"Dan ia [yaitu malaikat pembawa pesan] berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh BABEL, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai UMAT-KU, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya."

Jadi cukup jelas bahwa Tuhan menggunakan Esau sebagai gambaran dari orang-orang yang dimurkai-Nya. Dan lebih lanjut Tuhan menjelaskan pilihan ilahi-Nya terhadap siapa yang akan Ia kasihi dan selamatkan dari kutukan yang kekal -- bukan berdasarkan sesuatu apapun tentang siapakah orang tersebut, atau apakah yang orang itu lakukan -- akan tetapi keselamatan itu seluruhnya untuk kemegahan, kemuliaan dan kehormatan Tuhan.

Dalam kitab Roma 9:10-16 Tuhan menggunakan Yakub (Israel) sebagai gambaran dari orang-orang yang dikasih-Nya dengan kemurahan. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, BUKAN berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya-- dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu TIDAK tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

Kemudian dalam kitab 1 Petrus 2:9-10 Tuhan berbicara tentang karakter dari orang-orang pilihan-Nya yang mendapatkan belas kasihan yang kekal (keselamatan) yang berasal dari Tuhan, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani [yaitu imam-imam kerajaan], bangsa yang kudus, umat kepunyaan [peripoiesis] Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan."

Kata Yunani untuk ungkapan "kepunyaan" (peripoiesis) di-translasi sebagai ungkapan "milik" dalam kitab Efesus 1:13-14 yang kita baca demikian:

"Di dalam Dia kamu juga --karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus [yaitu Roh Tuhan atau Roh Kristus], yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah JAMINAN bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik [peripoiesis] Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."

Dan kitab 1 Korintus 6:20 menyatakan demikian:

"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu MULIAKANLAH Allah dengan tubuhmu [dan jiwamu - KJV]!"

Kita telah melihat dari ayat-ayat dalam kitab Maleakhi 1 dalam Perjanjian Lama dan Roma 9 dalam Perjanjian Baru bahwa "Yakub" adalah gambaran dari orang-orang pilihan Tuhan, yang Tuhan kasihi sejak sebelum dunia dijadikan, dan "Esau" adalah gambaran dari orang-orang yang tidak diselamatkan, yang dibenci oleh Tuhan. Mereka akan tetap terus berada di dalam pemberontakan mereka terhadap Tuhan dan akan berakhir di dalam hukuman yang kekal, seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 13:8-9 demikian:

"Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah "binatang" atau Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis SEJAK dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Kita harus mengerti bila bukan karena "kasih karunia" (anugrah) Tuhan maka tidak ada satu orangpun yang dapat diselamatkan. Bila keselamatan itu tergantung dari usaha atau kehendak kita sendiri maka tidak ada satu orangpun yang dapat diselamatkan sesuai dengan syarat-syarat Tuhan. Sejak dilahirkan pada dasarnya sifat manusia adalah "mati secara rohani" seperti yang kita baca dalam kitab Roma 3:12, 23-24 demikian:

"Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia [anugrah] telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."

Dan Tuhan tidak menggunakan ungkapan "orang yang tidak dipilih" di dalam Alkitab, akan tetapi Tuhan menyebut mereka sebagai yang Ia "benci" atau sebagai "para pembuat kejahatan", seperti yang kita baca dalam ayat-ayat berikut ini:

Kitab Mazmur 5:5 menyatakan demikian:

"Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau [Tuhan] membenci semua orang yang melakukan kejahatan."

Kitab Ibrani 1:9 menekankan demikian:

"Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan"

Dan kitab Matius 7:22-23 membuat prediksi yang mengerikan ini:

"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak PERNAH mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Agama vs Sains !

Jawablah dengan jujur apakah kita masih membutuhkan agama ? Bukankah semua kebutuhan kita sudah bisa terpenuhi di Shopping Malls ataupun di Carefour, disamping itu agama membuat manusia jadi dunguk dan boboh. Masalahnya agama itu selalu bertentangan dan tidak sejajar dengan ilmu pengetahuan dalam bahasa kerennya ini disebut "Conflict Thesis". Misalnya Galileo Galilie maupun Charles Darwin adalah korban dari konflik ini.

Apabila terjadi pertentangan berarti salah harus ada yang mengalah, begitu juga dengan agama, apabila anda tidak ingin disebut sebagai kafir atau atheist, maka anda harus kompromi mengorbankan akal budi , dalam bhs Sunda nya ini disebut "Secrificium intellectus = pengorbanan akal budi" oleh sebab itulah Tertullianus berpendapat, bahwa agama itu meniadakan ilmu pengetahuan.

Konflik antara kepercayaan dan ilmu pengetahuan sering sekali terjadi umpamanya dalam bidang biologi yang satu menyatakan bahwa kita ini keturunan dari monyet (Darwin) sedangkan menurut kepercayaan kita ini diciptakan oleh Sang Pencipta. Bahkan sering sekali saya mendengar kalho kita mau percaya, kita harus berusaha untuk melupakan nalar kita, karena perkataan "kepercayaan" itu tidak ada di dalam kamusnya ilmu pengetahuan! Inilah yang dibilang doktrin comberan ato "Kebo duduk" ato dalam bhs Londonya Bull Sit!

Kepercayaan adalah ufuk (=horison) dari semua ilmu pengetahuan atau akarnya dari setiap ilmu pengetahuan, tanpa adanya kepercayaan tidak akan ada ilmu pengetahuan! Ilmu Pengetahuan bukannya timbul secara kebetulan! Mereka bisa menyelidiki dan menemukan sesuatu, karena diawali dgn adanya kepercayaan pada suatu hipotesis. Untuk meraih ini pada awalnya mereka harus bersedia mengorbankan "akal budi" atau nalar mereka, kalau hanya berdasarkan akal budi saja, manusia tidak akan dapat melakukan perjalanan ke bulan!

Manusia memiliki dua macam kebutuhan dasar kebutuhan alamiah (fitriah) dan non alamiah. Kebutuhan Fitriah adalah kebutuhan ingin mengetahui dan ingin mempelajari sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Kebutuhan non alamiah misalnya ingin mengetahui: "Kenapa kita dilahirkan ? Tujuan hidup kita ini apa ? Apa yang terjadi setelah kita mati ?"

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia pada saat ini memiliki pengetahuan maupun manusia yang terdidik jauh lebih tinggi dan jauh lebih banyak sejak sepanjang sejarah manusia. Hanya sayangnya, akal kita semakin kuat, tetapi hati kita semakin lemah. Lihat saja orang-orang disekitar kita, berapa banyak orang kesepian, stress, kehilangan rasa kasih sayang, keluarga retak, perselingkuan, korban narkoba, sakit jiwa dsb-nya. Disamping itu dengan bertambahnya pengetahuan semakin, bertambah pula kejahatan manusia. Dahulu orang membunuh dengan pedang, sekarang dengan bom atom maupun senjata biologis.

Dengan begitu tingginya ilmu pengetahuan dan banyaknya harta yang kita miliki, kenyataannya kita tidak mampu memperbaiki lingkungan kita, mulai dari moral sampai dengan lingkungan hidup. Lihat saja begitu banyak orang tua yang ingin agar anaknya menguasai bahasa asing sedini mungkin, maka tidaklah heran apabila banyak anak TK sudah menguasai berbagai macam bahasa asing, tetapi dilain pihak tanyalah sendiri berapa banyak orang tua yang ingin memberikan anaknya pendidikan budi pekerti ataupun agama ? Maka tidaklah heran banyak remaja yang amburadul moralnya maupun narkoba.

Baik sains maupun agama (keimanan) memberikan kekuatan kepada kemanusiaan. Sains memberikan kepada kita kekuatan dalam bentuk empiris yang bisa dijamah oleh pancaindera kita, sedangkan keimanan memberikan kita kekuatan non empiris, atau kekuatan batin. Sumber dari segala kejahatan berpangkal dari kuatnya akal tetapi lemahnya iman.

Pengetahuan hanya menghasilkan produk dan jasa yang kita kerjakan dan tawarkan sepanjang hari, tetapi apakah hanya itu saja kebutuhan kita ?

Bacalah dan renungkanlah baik-baik, tulisan yang tercantum dibawah ini !

Sains berarti kemampuan dan keimanan adalah kehendak baik. Sains memicu ketidak puasan, keimanan memberikan kesejukan dan damai. Sains memberikan kita kekuatan dan pencerahan; iman memberikan kita harapan, kehangatan dan kasih sayang. Sains dapat merubah dan membentuk kembali alam disekitar kita, iman dapat membentuk dan merubah batin manusia. Sains memberikan kita kepastian, keimanan memberikan kita hiburan, penawar bagi kegelisahan, ketakberdayaan maupun absurdisitas. Sains dapat membuat barang jadi bermutu, iman dapat meningkatkan mutu manusia. Sains menciptakan teknologi, dan keimanan menciptakan tujuan. Sains memberi kita momentum dan keimanan memberikan arah. Yang diberikan oleh sains kepada manusia adalah kekuatan yang lepas, tetapi keimanan memberikan sesuatu kekuatan yang kukuh.

Tidak ada salahnya sesekali men-fwd artikel yang bermutu dan bermanfaat untuk menguatkan iman sesama kita.

Penderitaan

"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1 Petrus 2:20-21)

Keselamatan bukanlah hal yang mudah sama sekali, sesungguhnya umat Kristen dipanggil untuk menderita bersama Kristus. Orang-orang percaya yang sejati akan "selalu" berada di dalam penderitaan dan penganiayaan karena mereka adalah seperti bau yang mematikan bagi orang-orang yang tidak percaya dan seperti bau yang harum bagi orang-orang yang diselamatkan. Dan Allah menggunakan penderitaan-penderitaan sebagai suatu alat bagi anak-anak-Nya untuk "bertumbuh di dalam kasih karunia".

Dalam kitab Efesus 4:11-15 kita membaca demikian:

"Dan Ialah [yaitu Kristus] yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua [yaitu orang-orang pilihan] telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada Kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

Secara alami ini bukanlah suatu proses yang mudah, akan tetapi penderitaan ini bukanlah apa-apa dibandingkan harga yang Kristus telah bayar untuk menebus upah dosa-dosa kita. Kristus telah memberikan contoh yang utama untuk diikuti oleh orang-orang yang percaya, dimana kita tidak dapat menjadi lebih rendah ataupun lebih tinggi daripada-Nya, Ia adalah yang utama. Walaupun Krsitus tidak pernah berhenti menjadi Allah Yang Maha Kuasa tetapi Ia telah mengosongkan diri-Nya dari segala kemuliaan yang dimiliki-Nya sejak dunia dijadikan untuk menjadi Seorang hamba yang hina demi kebaikan umat-Nya.

Kitab Roma 8:18-20 menjelaskan demikian:

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya"

Orang-orang yang percaya harus menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah "sia-sia" (lihat kitab Pengkhotbah yang ditulis oleh Salomo -- raja yang terkaya di dunia). Pada akhirnya seluruh alam semesta ini akan dihancurkan dengan api dan diganti dengan "langit yang baru dan bumi yang baru".

Kitab 2 Petrus 3:10-13 menyatakan demikian:

" .... Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah [yaitu hari kiamat]. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat Kebenaran."

Akan tetapi ada banyak gereja-gereja yang tersesat dan dengan salah mengajarkan tentang "injil kemakmuran", yaitu bila anda bergabung bersama kami maka Kristus akan menjamin keadaan ekonomi, kesehatan jasmani dan kebebasan politik anda. Kemudian disuatu saat ketika penderitaan dan penindasan datang mereka bertanya-tanya apakah saya kurang setia terhadap Tuhan? Apakah saya kurang rajin untuk pergi ke gereja? Apakah saya harus memberikan sumbangan yang lebih besar kepada gereja?

Saya mengetahui ada orang-orang yang memberikan sumbangan secara gila-gilaan kepada gereja dengan harapan bahwa mereka akan menerima kembali uang tersebut secara berlipat-ganda. Anda lihat disini fokusnya sudah salah, mereka sedang berfokus kepada hal-hal yang ada di dunia yang sudah dikutuk karena dosa (jasmani), mereka bukan sedang berfokus kepada Kerajaan Tuhan (rohani). Iman mereka sangat rapuh sekali dan sangat tergantung pada keadaan ekonomi karena mereka masih menginginkan begitu banyak hal dari dunia ini.

Dalam kitab Matius 13:20-23 Kristus mengajarkan perumpamaan tentang seorang penabur demikian:

"Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Nah perumpamaan ini sama sekali bukan sedang berbicara tentang uang, ini sedang berbicara tentang Injil yang disebarkan di dunia, dan ada yang tidak berbuah sama sekali dan ada juga yang berbuah banyak, seratus kali lipat, enam puluh kali lipat, dan tiga puluh kali lipat.

Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa orang-orang yang percaya akan selalu menjadi "sukses" di dunia ini. Justru sebaliknya kita mengetahui dari banyak contoh di dalam Alkitab bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul banyak mengalami penderitaan oleh karena Injil. Tuhan Yesus menjelaskan dalam kitab Matius 23:34 demikian:

"Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota"

Dan orang-orang kaya yang disebutkan dalam Perjanjian Lama seperti Abraham, Salomo, Ayub, dll. adalah gambaran dari orang-orang yang kaya secara rohani. Mereka adalah "gembala-gembala" dimana harta dan ternak mereka yang banyak merupakan gambaran dari orang-orang percaya yang Tuhan anugrahkan kepada mereka.

Disisi yang lain, kita mengetahui bahwa Yohanes Pembaptis mati dipancung karena ia melawan Herodes penguasa yang ada pada waktu itu. Dan dalam kitab Lukas 16 Tuhan mengajarkan perumpamaan tentang Lazarus dan orang kaya dimana Lazarus yang sangat miskin sebenarnya telah memiliki segala-galanya karena ia adalah seorang yang percaya, sedangkan orang kaya itu walaupun ia memiliki segala yang baik di bumi ini berakhir di dalam hukuman yang kekal.

Kita harus mengerti bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang pernah terjadi di dunia ini berada diluar kehendak Tuhan. Kita hanya harus mempelajari bagaimana Tuhan bekerja. Ingatlah tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat memerintahkan angin dan danau untuk menjadi tenang seperti halnya Yesus, tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat mengumpulkan ikan-ikan disuatu tempat di danau sehingga dapat ditangkap oleh murid-murid. Hanya Tuhan yang dapat berbuat demikian. Dan semua hal-hal ini benar-benar terjadi secara fisik tetapi merupakan perumpamaan dari suatu segi akan Injil Kristus.

Seluruh dunia ini diciptakan hanya untuk Kristus. Kitab Kolose 1:15-16 menekankan kepada kita demikian:

"Ia [yaitu Kristus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan UNTUK Dia."

Dengan kata lain segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi hanya untuk kemuliaan Allah. Kadang kita tidak mengerti bagaimana hal itu demikian, kadang keadaannya dapat menjadi begitu buruk sekali, tetapi kita mengetahui bahwa Tuhan berkerja di dalam segala sesuatu. Kitab Roma 8:28 bersaksi demikian:

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Jadi ya kadang Tuhan membiarkan keadaan-keadaan yang sangat buruk untuk terjadi supaya yang baik keluar daripadanya. Kitab Ibrani 2:10 menyatakan demikian:

"Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah --yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan."

Dan rasul Paulus yang berada dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menjelaskan dalam kitab 2 Korintus 12:9 demikian:

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Dan dalam kitab Yosua 1:8-9 Tuhan berkata demikian:

"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."